www.tabikpun.com, Metro – DPRD meminta agar rambu perboden di Jalan Ahmad Yani dan Jalan ZA Pagar Alam segera dicopot. DPRD menilai penerapan perboden tidak menjadi solusi malah menimbulkan persoalan baru.
”Kami minta rambu perboden itu segera dicopot. Tidak ada manfaatnya. Termasuk rambu di Jalan yang mengarah ke rumah dinas Walikota, Ketua DPRD, dan Sekda. Kalau diterapkan perboden seperti itu malah terkesan melarang masyarakat untuk dekat dengan pemimpinnya. Rumah Dinas Gubernur saja tidak seperti itu,” kata Wakil Ketua DPRD Kota Metro Fahmi Anwar, Rabu (8/16).
Menurutnya, kemacetan di kedua jalan tersebut bukan disebabkan intensitas kendaraan yang melintas. Melainkan akibat kendaraan yang parkir sembarangan di badan Jalan Ahmad Yani.
”Nah, ini gunanya pemerintah. Harus tegas menyikapi hal itu. Kalau pun masyarakat ingin dekat dengan pemimpinnya dengan berkunjung ke rumah dinas tidak jadi masalah kan. Asalkan tidak melanggar koridor aturan yang berlaku,” terangnya.
Sebelumnya Wali Kota Metro Achmad Pairin mengaku akan mencabut kebijakan penerapan oneway (satu arah) atau perboden di Jalan Ahmad Yani depan RSUD.
Dijelaskannya, pemasangan perboden di Jalan Ahmad Yani tepatnya di depan RSUD memang menuai banyak keluhan dari masyarakat. Karena RSUD merupakan tempat pelayanan yang aksesnya harus lebih mudah.
“Jadi memang banyak masukan, agar membawa orang sakit itu harusnya lebih mudah. Itu makanya, perboden akan kita cabut. Jadi tetap seperti semula. Dua arah,” tukasnya, Selasa (6/12).
Sementara untuk pengendara yang memarkirkan kendaraan di badan jalan depan RSUD Ahmad Yani, Pairin mengaku akan diberikan tindakan. Namun, menunggu waktu yang tepat.
“Pasti ditindak. Tapi aturan kan tidak bisa sekonyong-konyong juga diberlakukan. Seperti di depan rumdis kan itu perboden, tapi masih banyak yang melanggar. Yang jelas, kita sosialisasi dulu, baru nanti ditindak,” tukasnya.
Terkait akan dicabutnya perboden Ahmad Yani, sejumlah warga yang dimintai pendapat tabikpun.com menyetujui wacana tersebut. “Memang bagusnya seperti biasa. Masa kita mau ke RS kok mutar dulu,” terang Eko, warga Metro Timur.
Hal senada diungkapkan Mega, warga lainnya. Ia menilai, perboden tidak tepat dilakukan di depan RSUD Ahmad Yani. Karena mengganggu pasien yang akan berobat. Terlebih jika emergency. “Ya memang begitu seharusnya. Kecuali depan rumdis iya, itu cocok perboden,” tandasnya.(ga)















Add Comment