METRO – Ketua PWI Metro, Abdul Wahab, menyebut pers sangat berperan penting mengawal pesta demokrasi. Pasalnya, selain sebagai kontrol sosial, pers juga berkewajiban agar terlahirnya pemimpin yang terbaik untuk rakyat.
“Peran Pers di sini sangat penting, untuk mengawal setiap tahapan. Minimal dapat meminimalisir kecurangan maladministrasi dan sebagainya. Karena setiap kontestasi apapun pasti ada oknum-oknum yang menghalalkan segala cara melalui jalur yang tak sesuai koridor,” ungkapnya dalam dialog bertema “Demokrasi dalam Kacamata HMI” di Sekretariat HMI Cabang Metro, Jumat (7/2/2020) malam.
” Bagaimana melahirkan pemimpin yang baik dan pro terhadap rakyat jika adanya pembiaran dari pers itu sendiri, tidak ada pengawalan, mau jadi apa negara ini”, tegasnya.
Menurutnya, sudah menjadi tugas dan tanggungjawab insan pers sebagai kanal informasi berimbang yang sesuai dengan prinsip kaidah jurnalistik.
” Tugas pers, kita memiliki tanggungjawab moral dalam pelaksanaan khusunya menghadapi Pilwakot 2020 mendatang di Bumi Sai wawai, dengan menyajikan berita yang cover both side, demi terwujudnya pemimpin sekelas negarawan 5 tahun ke depan. Tentu peran HMI sebagai agen of control tak kalah penting dalam mengawal pesta demokrasi 2020 mendatang,” terangnya.
Wahab juga mengajak mahasiswa untuk bersinergi dalam mengawal demokrasi, khususnya pada Pilwakot Metro September mendatang. Dimana mahasiswa juga berkewajiban memberi pemahaman ke masyarakat mengenai dampak buruk akibat money politics.
“Mahasiswa harus berperan dan menjadi garda terdepan mengawal tahapan Pilwakot ini sebagai bentuk kepedulian, demi tercapainya masa depan warga Metro. Saya atasnama PWI Metro siap bersinergi dan berkalaborasi dengan mahasiswa untuk mengawal Pilwakot Metro dalam meminimalisir money politics dan black campaign yang terkenal gencar. Ini merupakan bentuk upaya tercapainya Pilwakot Metro yang bersih,” pungkasnya.
Sementara, Dr. Suhairi Yusuf, MH., mewakili Akademisi Hukum mengatakan, HMI harus ambil peran dan berkontribusi dalam mewarnai momentum Pemilihan Pilkada 2020 sesuai dengan kapasitasnya.
“Keikut sertaan dan kontribusi HMI harus sesuai dengan kapasitasnya. Sebagai wujud tanggung jawab dan komitmen dalam mewujudkan tujuan HMI. Hal tersebut sudah termasuk dalam peran dan fungsi HMI,” ungkap Suhairi.
Kesempatan yang sama, Ketua Bawaslu Metro Mujib, S.Ag., mengaku, banyak tantangan yang menjadi amanat undang-undang untuk dijalankan Bawaslu. Namun hal tersebut mampu disiasati dengan pengawasan yang partisipatif dari seluruh elemen.
“Penting adanya peran dari perguruan tinggi di Kota Metro untuk membentuk lembaga pemantau pemilu. Untuk itu Bawaslu akan mengadakan road show untuk menumbuhkan proses demokrasi yang lebih dewasa dan bersih. Terlebih permasalahan yang disoroti adalah soal money politics. Besar harapan dari pihak Bawaslu untuk membangun kekuatan yang saling bersinergi dari banyak pihak untuk melawan budaya money politics,” ujar Mujib.
Senada diutarakan Ketua KPU Metro Nurris Septa, dimana KPU membuka pintu kepada Organisasi Kemasyarakatan dan Kepemudaan (OKP) untuk ambil peran dalam mengawal hajat demokrasi 2020 mendatang.
“KPU mengundang bagi siapa saja yang ingin ambil peran dalam mengawal pemilu yang jujur demi terwujudnya pemimpin yang berkualitas. Dimulai dari ikut memantau peredaran money politics yang tak ada habisnya. Peran utama kita sebagai agen kontrol harus menyadarkan masyarakat tentang dampak negatif dari bentuk money politikcs dan bentuk-bentuk motif kecurangan lainnya,” pungkasnya.
Dialog Demokrasi dalam Kacamata HMI juga dihadiri Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), Ketua KAHMI dr. Wahdi, SpOG Kota Metro dan seluruh kader himpunan hijau hitam. (Msf)















Add Comment