LAMPUNG UTARA – Warga Binaan Perempuan Rutan Kelas IIB Kotabumi Lampung Utara (Lampura) isi masa tahanan dengan mengolah kain perca menjadi kerajinan tangan cantik. Dari kain jenis flanel atau serat wol, mereka membuat gantungan kunci dan hiasan berbentuk bunga yang bernilai ekonomi.
Karutan Kotabumi Denial Arif mengatakan, kegiatan ini merupkan salah satu bentuk pembinaan keterampilan terhadap warga binaan perempuan. Agar setelah warga binaan tersebut selesai menjalani masa pidana, dapat memanfaatkan keterampilan yang mereka miliki di masyarakat luar.
“Walaupun berada di Rutan, warga binaan perempuan yang ada disini tetap kami bekali dengan keterampilan. Karena itu merupakan salah satu program pembinaan, kedepan akan kami tingkatkan dan kembangkan lebih baik lagi,” tutup Denial, Jumat (14/12/2018).
LAMPUNG UTARA – Warga Binaan Perempuan Rutan Kelas IIB Kotabumi Lampung Utara (Lampura) isi masa tahanan dengan mengolah kain perca menjadi kerajinan tangan cantik. Dari kain jenis flanel atau serat wol, mereka membuat gantungan kunci dan hiasan berbentuk bunga yang bernilai ekonomi.
Karutan Kotabumi Denial Arif mengatakan, kegiatan ini merupkan salah satu bentuk pembinaan keterampilan terhadap warga binaan perempuan. Agar setelah warga binaan tersebut selesai menjalani masa pidana, dapat memanfaatkan keterampilan yang mereka miliki di masyarakat luar.
“Walaupun berada di Rutan, warga binaan perempuan yang ada disini tetap kami bekali dengan keterampilan. Karena itu merupakan salah satu program pembinaan, kedepan akan kami tingkatkan dan kembangkan lebih baik lagi,” tutup Denial, Jumat (14/12/2018).LAMPUNG UTARA – Warga Binaan Perempuan Rutan Kelas IIB Kotabumi Lampung Utara (Lampura) isi masa tahanan dengan mengolah kain perca menjadi kerajinan tangan cantik. Dari kain jenis flanel atau serat wol, mereka membuat gantungan kunci dan hiasan berbentuk bunga yang bernilai ekonomi.
Karutan Kotabumi Denial Arif mengatakan, kegiatan ini merupkan salah satu bentuk pembinaan keterampilan terhadap warga binaan perempuan. Agar setelah warga binaan tersebut selesai menjalani masa pidana, dapat memanfaatkan keterampilan yang mereka miliki di masyarakat luar.
“Walaupun berada di Rutan, warga binaan perempuan yang ada disini tetap kami bekali dengan keterampilan. Karena itu merupakan salah satu program pembinaan, kedepan akan kami tingkatkan dan kembangkan lebih baik lagi,” tutup Denial, Jumat (14/12/2018).
Menyukai ini:
Suka Memuat...
Add Comment