Mesuji -Warga Brabasan Kecamatan Tanjung Raya kabupaten Mesuji, mengeluhkan pembangunan drainase di lapangan nusa indah desa brabasan. Proyek yang panjangnya kurang lebih 300 m itu, diduga pengerjaannya asal jadi.
Selain pekerjaannya yang diduga asal asalan, papan kegiatan (plang Proyek0 juga tidak dipasang oleh pihak rekanan dilokasi. Atas banyaknya dugaan kecurangan proyek ini, menjadi sasaran protes dan sorotan warga setempat.
tanda tanya bagi warga bahkan protes sekitar memprotes sebagain warga bertanya tanya proyek siapa dan darimana ini, dari rekanan atau masyarakat di anggap tidak transparan dalam pengerjaan proyek tersebut.
Bukan hanya warga yang mempertanyakan pengerjaan proyek tersebut, namun Kalangan anggota DPRD Mesuji, Parsuki yang rumahnya tidak jauh dari lokasi proyek menyayangkan pembangunan drainase yang dinilai buruk tersebut.
Menurutnya, Bahan (Matrial) yang dipakai untuk membangun talut tersebut disinyalir tidak Standar Nasional Indonesia (SNI) sebagaimana sebelumnya para wakil rakyat merekomendasikan bahwa semua material dalam pembangunan proyek mengharuskan berstandar.
” Lha kalo materialnya aja seperti itu saya yakin gak lama, sampean lihat sendiri itukan pasir juga pasir lokal kayaknya dari desa wira jaya ” tutur Parsuki.
Parsuki menanbahkan, pengerjaan proyek tersebut dinilai minimya pengawasan internal maupun external dan terkesa para pihak terkait tutup mata.
” Ini rekanan tergolong nekat mas, pekerjaan ini kan ditengah tengah keramaian kok dibuat seperti ini, beberapa waktu yang lalu saya tegor sama pekerja disitu tapi katanya pemborongnya gak ada, saya titip pesen aja agar jangan gunakan pasir itu dan tolong bikin yang bagus” ungkap parsuki.
Anggota komisi C DPRD mesuji ini mengultimatum dinas terkait, apabila pekerjaan itu tetap memakai bahan material yang tidak berkualitas maka dinas terkait tidak diperbolehkan melakukan serahterima. Tutupnya (Billy).















Add Comment