Metro – Setelah melakukan penelusuran, Polres Metro mengetahui bahwa baju berlogo palu arit yang dikenakan pemuda berinisial AFP adalah kiriman dari Singapura.
Waka Polres Metro Kompol M. Reza CAS melalui Kasat Intelkam Polres Metro AKP Samsuri menerangkan, baju yang dikenakan AFP diproduksi negara Vietnam yang dikirim dari negara Singapura.
“Setelah kita dalami, ternyata pakaian itu dikirim dari sepupu RMR dan PUN dari Singapura berinisial W. Dimana yang bersangkutan adalah Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang bekerja di Singapura. Setelah kita komunikasi dengan saudari W di sana, ternyata yang bersangkutan juga dapat dari majikannya. Jadi baju-baju bekas singapura itu diberikan kepada W untuk di kirim ke Indonesia,” terangnya, Jumat (24/11/2017).
Baju tersebut, lanjut dia, dikirim W menggunakan jasa pengiriman barang Pos Indonesia pada 2015 silam sebanyak 14 potong pakaian. Dimana dari 14 pakaian tersebut, hanya satu pakaian yang berlambang palu arit.
”Sudah kita cek dari 14 stel baju itu hanya satu yang berlogokan palu dan arit. Jadi memang tidak ada unsur kesengajaan untuk mengirimkan baju itu dan menyebarkan baju itu ke Indonesia,” bebernya.
Akibat kejadian itu, aparat kepolisian telah memeriksa tiga orang terkait baju bergambar palu dan arit. Serta telah meminta keterangan perekam video yang viral di media sosial facebook tersebut.
“Kita sudah melakukan wawancara terhadap orang yang pertama kali melakukan perekaman yaitu saudara Muhammad Walid. Kemudian di viralkan oleh saudara Ikhsan. Sudah kita wawancara yang intinya dia ingin memberitahu Kota Metro bahwa ada orang yang berpakaian logo palu arit. Yang inti tujuannya bagus, adalah untuk memberitahukan kepada kita semua untuk segera bertindak,” tandasnya. (Ap)















Add Comment