LAMPUNG TENGAH – Pandemi Covid-19 menghentikan Kegiatan Belajar Mengajak (KBM) tatap muka di sekolah. Untuk mengantisipasi penyebaran virus tersebut, sekolah dianjurkan belajar dalam jaringan (daring).
Namun berbagai kendala muncul dalam proses belajar daring, seperti siswa tidak memiliki gawai yang memadai, tidak memiliki uang untuk membeli kuota, atau jaringan yang tidak stabil karena wilayah yang jauh dari menara provider.
Permasalahan nyata seperti ini dialami SMPN 2 Seputih Raman, Lampung Tengah (Lamteng). Para guru terkendala jaringan yang tidak stabil saat menerapkan belajar daring dengan siswa.
Kepala SMPN 2 Seputih Raman I Gusti Made Oka Giriyana, S.Pd., menerangkan, guru kerap tidak dapat memberikan pelajaran dengan baik saat belajar daring. Hal itu karena tidak stabilnya jaringan provider yang digunakan. Karenanya ia sangat berharap sekolah yang dipimpinnya dapat segera memasang Wireless Fidelity atau yang akrab disingkat Wi-Fi.
“Mungkin karena jangkauan sinyal lemah, saat daring jadi terhambat. Siswa tidak bisa jelas mendengar penjelasan guru yang terpotong-potong. Kedepan saya berharap ada jaringan wifi di sekolah,” jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (29/3/2021).
Ia pun mengaku sangat bersyukur jika Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP bisa membantu pemasangan Wi-Fi. Ia pun memastikan jajaran guru SMPN 2 Seputih Ramah siap mendukung berbagai program MKKS.
“Saya bersama dewan guru SMP Negeri 2 Seputih Raman siap mendukung penuh program MKKS agar kedepan dapat lebih baik lagi,” pungkasnya. (Mozes)















Add Comment