METRO – Sebanyak 13 orang pelajar dan 2 orang tenaga pengajar di Taman Kanak-kanak (TK) PKK II Yosodadi kecamatan Metro Timur yang mengalami keracunan massal Sabtu (7/10) kemarin, kini ke15 korban masih menjalani perawaran di rumah sakit dan klinik.
Dugaan keracunan yang menimpa para pelajar tersebut berawal pada Sabtu 7 Oktober 2017 sekira jam 08.00 wib kemarin, ketika para pelajar TK PKK II Yosodadi berikut guru berkunjung ke tempat pengolahan susu milik Muhajir di Kelurahan Yosumulyo.
“Dateng kesana pake tiga mobil angkot datang kerumah pak muhajir untuk melaksanakan pengenalan dan cara pengambilan susu kambing. Setelah selesai kunjungan itu kepala sekolah mesan susu sekitar 100 gelas dari situ, susunya di bagiin ke anak-anak, terus lanjut ke taman, abis itu kembali ke sekolah terus pulang ke rumah masing-masing. Pas anak saya sampe rumah tau-tau langsung anak saya bilang kepala adek pusing, perut sakit dan muntah – muntah sampai dehedrasi, langsung saya bawa rumah sakit,” terang Ana (39) salah satu orangtua korban saat di konfirmasi awak media.
Sementara itu Pemerintah Kota (Pemkot) Metro melalui Dinas Kesehatan Kota setempat menyatakan akan menjamin seluruh biaya pengobatan pasien yang diduga korban keracunan susu kemasan etawa tersebut.
“Alhamdulilah kondisi pasien semuanya sudah mulai membaik. Soal biaya pengobatan kita upayakan seperti disampaiakan pak Walikota Metro tadi malam, semua biaya akan ditanggung oleh Pemkot Metro,”ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Maryati, S.Km saat di konfirmasi awak media, Minggu (8/10).
Dari data yang dimilikinya hingga kini tercatat sebanyak 32 orang yang menjadi korban dugaan keracunan susu tersebut. Pihaknya juga menyarankan agar seluruh korban dapat di rawat di RSUD A Yani.
“Data sementara jumlah pasien 32 korban termasuk kepala sekolah. Dinkes dalam hal ini sudah mengambil langkah koordinasi dengan Satuan Reserse dan Kriminal Polres Metro. Senin bersok ya, kita beri pernyataan tertulis hasil uji laboratorium kandungan susu. Penyebab terjadinya keracunan massal puluhan siswa TK PKK II Yosodadi Metro Timur Kota Metro,” tandasnya.
Berikut data semua korban yang masih menjalani perawatan. Sebanyak 7 korban dirawat di RSUD Ahmad Yani Metro diantaranya.
- Adha Nova Pramita bin Sutono (6).
- Faturahman bin Yulianto (5).
- Bayu Sukma bin Ari Setiawan (5).
- Rizki Wijaya Mulya bin Wihendra (5)
- Rizka Aprilia Binti Sarkoni (5)
- Seorang guru TK PKK II, Sri Sumaryati Binti Suwardi (54)
- dan kepala sekolah TK setempat Herawati (47).
Sementara yang mendapat perawatan intensif di RS. Islam Metro sebanyak 6 orang, diantaranya :
- Zaki Amarullah bin M. Nasir (6).
- Alvansus Gilang Fernando bin Yohanes Sutanto (6).
- Naraya Kania Putri Salsabila binti Dwi Prastiono (5).
- M. Adhwa Rifki bin Susanto (6).
- Zahfira binti Budi Supriatna (5).
- Walin Rudi Darmawan bin Yulianto (6).
Kemudian dua orang terpaksa di rawat di Klinik Azizah Imopuro Metro atas nama Faizah nurin nazwa (5), dan di Klinik rawat inap Hadi Wiijaya Metro atas nama Abdul Azis Sani (15). (Ap)















Add Comment