Tabikpun.com – Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) sudah menjadi salah satu inisiatif pemerintah yang membagikan peluang emas bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman dunia kerja sebelum mereka lulus. Dengan terdapatnya program ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh ilmu secara teori, namun pula sanggup menerapkannya dalam dunia industri.
Tetapi, keputusan pemerintah untuk menghapus program ini tentu menjadi polemik di golongan mahasiswa, akademisi, serta praktisi industri. Seharusnya, bila pemerintah memutuskan untuk menghapus MSIB, hingga telah terdapat program pengganti yang disiapkan guna memastikan mahasiswa tetap memperoleh pengalaman yang menunjang kesiapan mereka di dunia kerja.
Sepanjang ini, program MSIB sudah menolong ribuan mahasiswa untuk meningkatkan keahlian yang relevan dengan kebutuhan industri. Banyak mahasiswa yang sehabis menjalaniprogram ini memperoleh pekerjaan lebih kilat dibanding mereka yang tidak mempunyai pengalaman magang.
Tidak hanya itu, bermacam mitra industri yang ikut serta dalam program ini pula merasakan khasiatnya sebab mereka dapat memperoleh tenaga kerja yang lebih siap serta mempunyai pengalaman yang lebih baik tentang dunia kerja. Dengan dihapuskannya MSIB, terdapat kekhawatiran jika mahasiswa akan kehabisan peluang untuk memperoleh pengalaman magang yang terstruktur serta bersertifikat.
Bila tidak terdapat program pengganti yang proporsional, hal ini dapat berakibat pada menyusutnya mutu lulusan dalam perihal kesiapan kerja, yang pada kesimpulannya akan berakibat pada daya saing tenaga kerja Indonesia.Keputusan untuk menghapus suatu program tentunya wajib diiringi dengan pertimbangan yang matang serta pemecahan yang jelas.
Bila MSIB dihapus tanpa terdapat program alternatif, tentu akan ada dampak negatif yang bisa saja muncul, antara lain adalahberkurangnya peluang mahasiswa untuk merasakan dunia kerja saat sebelum mereka lulus, yang berdampak pada proses menyesuaikan diri sehabis lulus yang lebih susah. Tidak hanya itu, kesenjangan antara akademik serta dunia industri dapat terus menjadi melebar sebab MSIB sepanjang ini jadi jembatan berarti di antara keduanya.
Tanpa adanya program serupa, mahasiswa akan kesulitan dalam membangun koneksi yang selama ini diperoleh lewat MSIB, yang sangat berarti untuk menunjang mereka dalam memperoleh pekerjaan sehabis lulus. Minimnya pengalaman bisa merendahkan mutu lulusan, sebab mereka kurang siap dalam mengalami tantangan dunia kerja yang terus menjadi kompetitif.
Seharusnya, kala pemerintah memutuskan untuk menghapus MSIB, mereka telah mempersiapkan program pengganti yang mempunyai manfaat yang setara ataupun lebih baiklagi. Program pengganti ini bisa menerapkan konsep experiential learning, di mana mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam dunia kerja ataupun proyek independen yang relevan dengan bidang mereka.
Sebagian opsi program pengganti yang dapat dipertimbangkan antara lain merupakan program magang mandiri yang terstruktur lewat kerja sama dengan industri buat membenarkan mahasiswa senantiasa memperoleh pengalaman yang berharga. Tidak hanya itu, program sertifikasi serta pelatihan ini dapat jadi pemecahan agar mahasiswa senantiasa dapat meningkatkan kompetensinya sehingga cocok dengan kebutuhan industri.
Keputusan pemerintah untuk menghapus program MSIB ini pasti mempunyai pertimbangan tertentu. Tetapi, tanpa terdapatnya program pengganti yang setara ataupun lebih baik, mahasiswa yang sepanjang ini terbantu oleh program ini akan kehabisan peluang berarti untuk meningkatkan keahlian praktis.
Oleh sebab itu, pemerintah harus segera merancang program baru yang dapat mengisi kekosongan ini supaya tidak terdapat kesenjangan dalam kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja. Jika kita mau menghasilkan lulusan yang siap bersaing secara global, maka program-program yang menghubungkan dunia akademik dengan industri harus senantiasa jadi prioritas dalam kebijakan Pendidikan tinggi di Indonesia.
Nama: Keysha Awalya Sanjaya
NIM: J0401231335
Prodi: Komunikasi Digital dan Media















Add Comment