Metro – Peristiwa naas yang menimpa Arif (12), siswa SMP N 10 Metro yang terbakar di halaman sekolah saat kegiatan eskul pramuka, mendapat sorotan Anggota DPRD Kota Metro. Salah satunya diutarakan Anggota Komisi II Alizar yang meminta pihak kepolisian dapat turut menelusuri penyebab musibah tersebut.
“Kita tidak menyalahkan siapa-siapa, tentunya Pemkot Metro melalui dinas terkait lebih bijak dalam menyikapi masalah ini, dan harus konsen turun tangan memanggil dan mengevaluasi pembina pramuka di sekolah. Baik dewan guru dan termasuk Kepala Sekolah yang mana informasi telah beredar pada saat kejadian Kepsek berada di lokasi membantu mengevakuasi siswanya yang tengah terbakar,” ungkapnya kepada awak media, Senin (30/10/2017).
Selain itu, Alizar juga meminta aparat penegak hukum agar melakukan penyelidikan dan mengumpulkan sejumlah bukti-bukti seperti apa kronologis siswa bisa terbakar saat jam kegiatan sekolah.
“Jadi kasus ini harus diusut sampai tuntas, agar tidak ada fitnah pihak yang merasa dirugikan. Baik dari pihak sekolah itu sendiri maupun pihak keluarga si korban. Sebab kasus ini tengah menjadi viral di media sosial (medsos), jangan sampai simpang siur informasi di lokasi yang sebenar-benarnya. Semuanya kan pasti tidak ingin disalahkan dalam peristiwa ini,” tegasnya.
Menurutnya, musibah tersebut merupakan sebuah peristiwa, sehingga meskipun keluarga korban tidak melapor polisi berhak melakukan penyelidikan guna mengumpulkan bukti dan Memeriksa saksi mata ditempat kejadian. Serta mencari tahu ada atau tidaknya usur kelalaian dalam hal pengawasan pihak sekolah kepada siswa.
“Dalam hal ini, bisa dilakukan musyawarah bersama Dinas Pendidikan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Metro. Dan DPRD akan membantu memfasilitasnya masalah ini. Paling tidak ada itikad baik dari pihak sekolah terlebih dahulu menjelaskan. Apalagi kepsek pada saat kejadian berada di lokasi. Saya rasa apapun penjelasnya bisa diterima, namannya juga musibah. Jadi buat pembelajaran dan evaluasi bersama agar kejadian ini tidak terulang lagi di lingkungan sekolah,” tukasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Metro Nasriyanto Effendi meminta pihak sekolah untuk ikut bertanggungjawab terkait biaya perawatan. Menurutnya, dilihat dari kondisi korban, dibutuhkan perawatan yang berkelanjutan.
“Karena kejadiannya di sekolah, kegiatannya pun resmi. Jadi, pihak sekolah membantu untuk biaya perawatan, terlebih kalau belum tercover BPJS. Kalau sudah ada BPJS, pihak sekolah bisa membantu untuk keluarga korban yang menunggui korban,” tutur Nasriyanto.
Politisi partai PKS ini juga mendesak aparat kepolisian untuk dapat mengusut keberadaan bahan bakar minyak tanah yang digunakan, supaya mengetahui lebih jelas dugaan minyak tanah tersebut oplosan atau bukan.
“Karena langsung menyambar ya. Kalau minyak tanah kan biasanya tidak. Tapi itu ranah kepolisian. Kalau perlu, pihak kepolisian menyelidiki minyak tanah tersebut, asalnya dari mana. Murni atau campuran. Pihak sekolah dan pihak keluarga harus berkomunikasi juga,” tukasnya.
Terpisah, Ketua Dewan Pendidikan Kota Metro Yahya Wilis mengaku, pihaknya masih terus mendalami dan mencari penyebab kejadian yang menimpa AF.
“Masih kita dalami. Kenapa bisa menyambar secepat itu. Kalau minyak tanah tidak secepat itu. Dari keterangan, sepertinya bahan bakarnya yang bermasalah. Tadi kita sudah mediasi pihak keluarga dan sekolah, dan sudah tidak ada masalah,” tandasnya. Pantauan tabikpun.com, hingga kini AF masih terbaring lemah di ruang ICU RSUD Ahmad Yani Kota Metro. (Ap)















Add Comment