Metro – Belum satu bulan beroperasi pembangunan sumur bor di Kelurahan Banjarsari Metro Utara menimbulkan masalah bagi masyarakat setempat. Pasalnya, pipa sumur bor mengalami kebocoran hingga sembilan titik menyebabkan air menggenang dimana-mana.
Samsi Ketua RW 02 Banjarsari mengatakan, menyikapi keluhan warga seluruh pamong RW 02 dan enam Ketua RT setempat pun telah melakukan rapat bersama. Dengan kesimpulan meminta kerusakan tersebut dapat segera diperbaiki.
”Warga tidak mempersoalkan jika pekerjaan itu disinyalir tidak standar atau sesuai bestek. Namun warga menginginkan pekerjaannya memuaskan warga, mengingat nilai pembangunan sumur bor mendekati angka satu miliar tetapi malah seperti ini,” ungkapnya, Senin (27/11/2017) malam.

Warga setempat, lanjut dia, pun mempertanyakan kepada dinas terkait mengapa pekerjaan tersebut sudah diserah terimakan kepada dinas. Padahal pada pengerjaannya masih menimbulkan persoalan kebocoran pipa.
”Yang lebih miris, tutup meteran yang harusnya dipasang di rumah warga sebanyak 20 unit belum dipasang oleh rekanan. Jika pihak rekanan tidak juga memperbaikinya warga bersama pamong sepakat akan membawa persoalan ini ke ranah hukum,” tegasnya.

Sebelumnya warga dan pamong sudah menelepon pihak rekanan namun tidak diangkat. Bahkan konsultan yang bernama Galih pun sudah menelepon rekanan dan mendapat respon yang sama.
”Konsultan sudah menjanjikan kepada warga bahwa jika kerjaannya tidak diperbaiki maka pihaknya akan menegur pihak rekanan. Namun hingga kini belum juga diperbaiki,” tukasnya. (red)















Add Comment