Lampung Tengah News

Dirut RS DSR Benarkan Alat USG Masih Dalam Proses Perbaikan

Direktur RSUD Demang Sepulau Raya dr.Otniel Sriwidiatmoko M.M., saat ditemui di ruangannya. (Mozes)

LAMPUNG TENGAH – Direktur RS Demang Sepulau Raya (DSR) Lampung Tengah (Lamteng) dr. Otniel Sriwidiantmoko M.M., membenarkan beberapa alat medis mengalami kerusakan. Seperti Ultrasonografi (USG) dan ventilator tabung bayi saat ini sedang diperbaiki.

Keterangan tersebut menindaklanjuti keluhan pasien yang tidak dapat menggunakan alat USG. Karena peroses perbaikan membutuhkan waktu yang cukup lama.

”Sekarang sudah benar, tetapi belum diambil (alat USG) masih di Jakarta. Begitu juga alat ventilator untuk tabung bayi, masih kita perbaiki di Jakarta. Karena cuma disana yang bisa, biayanya pun tidak murah sekitar Rp 250 juta. Kalau untuk membeli alat cadangan membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Jadi solusinya pasien akan kita rujuk,” jelasnya, Kamis (25/10/2018).

Ia menambahkan, terkait pasien Agus Salin (41) warga Buyut Udik Lampung Tengah yang mengalami sakit ginjal dan belum dapat menjalani USG, pihaknya menyarankan agar di rujuk. Namun karena pasien tersebut sebelumnya pernah kontrol, dari laboratoriumnya telah diketahui hasil ginjalnya.

”Untuk menemukan batu ginjal pun juga tidak harus menggunakan alat USG dengan diagnosa ronsen pun dapat dilakukan. Sehingga tidak dilakukan rujukan hanya pengobatan saja dapat disembuhkan,” jelasnya

Terkait keluhan pasien Agus Salim terhadap dokter yang menangani tidak dapat memberikan keterangan detil atas penyakit ginjal yang dideritanya, dr. Otniel Sriwidiantmoko M.M., tak dapat memberikan keterangan. ”Kalau soal itu saya tidak bisa memberikan keterangan lebih jauh, itu merupakan internal dokter, saya takut salah memberikan keterangan,” tukasnya. (Mozes)

LAMPUNG TENGAH – Direktur RS Demang Sepulau Raya (DSR) Lampung Tengah (Lamteng) dr. Otniel Sriwidiantmoko M.M., membenarkan beberapa alat medis mengalami kerusakan. Seperti Ultrasonografi (USG) dan ventilator tabung bayi saat ini sedang diperbaiki.
Keterangan tersebut menindaklanjuti keluhan pasien yang tidak dapat menggunakan alat USG. Karena peroses perbaikan membutuhkan waktu yang cukup lama.
”Sekarang sudah benar, tetapi belum diambil (alat USG) masih di Jakarta. Begitu juga alat ventilator untuk tabung bayi, masih kita perbaiki di Jakarta. Karena cuma disana yang bisa, biayanya pun tidak murah sekitar Rp 250 juta. Kalau untuk membeli alat cadangan membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Jadi solusinya pasien akan kita rujuk,” jelasnya, Kamis (25/10/2018).
Ia menambahkan, terkait pasien Agus Salin (41) warga Buyut Udik Lampung Tengah yang mengalami sakit ginjal dan belum dapat menjalani USG, pihaknya menyarankan agar di rujuk. Namun karena pasien tersebut sebelumnya pernah kontrol, dari laboratoriumnya telah diketahui hasil ginjalnya.
”Untuk menemukan batu ginjal pun juga tidak harus menggunakan alat USG dengan diagnosa ronsen pun dapat dilakukan. Sehingga tidak dilakukan rujukan hanya pengobatan saja dapat disembuhkan,” jelasnya
Terkait keluhan pasien Agus Salim terhadap dokter yang menangani tidak dapat memberikan keterangan detil atas penyakit ginjal yang dideritanya, dr. Otniel Sriwidiantmoko M.M., tak dapat memberikan keterangan. ”Kalau soal itu saya tidak bisa memberikan keterangan lebih jauh, itu merupakan internal dokter, saya takut salah memberikan keterangan,” tukasnya. (Mozes)

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: