Metro News

Egi Sempat Disebut Tak Waras Saat Minta Izin Keliling Bumi Pertiwi

PWI Cabang Kota Metro foto bersama Egi sebelum melanjutkan perjalanan mengelilingi Bumi Pertiwi. (red)

www.tabikpun.com, Metro – Bukan menjadi dokter, pilot atau polisi, Egi warga Desa Sinar Laga, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Mesuji Lampung tiba-tiba mempunyai mimpi untuk keliling Indonesia saat usianya sudah tak muda lagi.

Status yang sudah tak sendiri menambah persepsi miring orang terdekat terhadap mimpinya mengelilingi bumi pertiwi. Terlebih dipilihnya sepeda ontel sebagai transportasi tinggalkan anak dan istri memberatkan keluarga merestui.

Kenyataan tersebut tak memupuskan keingingannya mengkampanyekan kendaraan anti polusi dan melihat eloknya negeri ini. Sekitar 4 bulan ia merayu sang istri dan keluarga untuk mendapatkan restu mewujudkan mimpi.

”Awalnya keluarga, terutama istri saya tidak mengizinkan. Mereka bilang mimpilah, gila lah dan nggak masuk akal lah pokoknya. Apalagi di zaman canggih dan moderen seperti sekarang ini, yang mana beberapa tempat bisa ditempuh dengan transportasi yang moderen, tapi justru saya memilih bersepeda. Prosesnya sekitar 4 bulan baru saya dapat izin,” ulasnya saat singgah di Kantor PWI Cabang Kota Metro, Kamis (20/7).

Ditemani sepeda ontel bertuliskan keliling Indonesia dan uang Rp 70 ribu suami Siti Halimah ini membulatkan tekad melihat keaneka ragaman budaya dan panorama NKRI. Ayah dari Rafiq Hamzah ini pun pergi dengan membekali istri dan buah hati kebun sawit serta karet untuk mencukupi nafkah sehari-hari.

”Kami punya kebun sawit dan karet. Alhamdulillah bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga. Saya bawa uang Rp 70 ribu dari rumah. Dan Sampai saat ini, ada saja dermawan yang memberikan uang menyambung biaya kebutuhan saya saat di perjalanan. Kalau tidur dan mandi, biasanya saya mampir ke areal perkebunan dan rumah makan 24 jam,” ulasnya yang mengaku sudah 4 bulan berkeliling di 5 Provinsi.

Ia menceritakan, terhitung sejak Maret 2017 lalu ia telah menjelajah 5 provinsi yang terdapat di Sumatera. Hal itu ia lakukan demi ambisinya dalam mengenal dan mengetahui lebih jauh keindahan Indonesia.

“Saya mulai jalan Mesuji ke arah atas, sampe ke Dumai, Riau itu sudah berlangsung empat bulan. Nah, pas lebaran kemarin saya sempat pulang terus saya lanjutkan lagi perjalanan. Niat saya jalan ini supaya tahu seperti apa Indonesia secara langsung. Sambil saya mengkampanyekan berkendara sehat tanpa polusi udara juga membudidayakan kembali minat bersepeda,” urainya.

Berbagai pengalaman menarik dan berkesan juga telah dilaluinya selama misinya menjelajah nusantara. Seperti saat berada di daerah Maninjau, Sumatera Barat (Sumbar) saat melintasi kelok 44 dengan tanjakan sepanjang 30 kilo meter yang harus dilalui dengan penuh perjuangan.

”Sepanjang itu dengan posisi menanjak, sungguh perjuangan yang luar biasa. Kalau berhenti mungkin sudah tak terhitung. Tapi dari situ saya merasakan dan menikmati indahnya nusantara. Itu baru di Sumatera, pasti masih banyak daerah lain di indonesia yang tidak kalah indahnya,” tandasnya. (Ap)

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: