LAMPUNG TENGAH – Sungguh malang nasib Tara Nadia Berliana. Remaja berusia 17 tahun yang masih duduk di bangku SMA Negeri 01 Gunung Sugih Lampung Tengah (Lamteng) ini, terpaksa tidak dapat lagi ke sekolah, lantaran kaki bagian pahanya mengalami infeksi akibat PEN yang terpasang belum dicabut karena tak miliki biaya.
Kondisi Tara kini hanya pasarah dan tergeletak lemah di rumah kontarakan Hartini (44), di Lingkungan II, Gedung Sari, RT/RW 007/003, Kampung Seputih Jaya Lampung Tengah lantaran simpati dengan kondisi Tara. Hartini merupakan ibu dari Amanda yang tak lain teman Tara sekolah.
Ditemui di rumah kontrakannya Hartini, dirinya mengurai kondisi dan riwayat kehidupan Tara yang kini tak lagi diurus kedua orang tuanya yang sudah bercerai. Hartini mengetahui kondisi Tara setelah anaknya Amanda bercerita kepadanya, kejadian itu terungkap setelah Tara jatuh pingsan di sekolah dan Paha kananya mengeluarkan nanah bercampur dengan darah.
“Saat itu Tara dibawa ke UKS, setelah itu anak saya dan seorang temannya bersama Tara diantar ke RSUD Demang Sepulau Raya. Menurut dokter yang menangani paha Tara infeksi karena pen bergeser pasca kecelakaan setahun yang lalu dan jarang di kontrol ulang,” bebernya.
Hartini menambahkan, bahwa Tara hidup sebatang kara karena orang tuanya bercerai, Ibunya yang telah habis – habisan membiayai Tara terpaksa bekerja menjadi TKW di Singapore, sedangkan Ayahnya sudah hampir 14 tahun tak memperhatikan Tara, kabarnya, sang Ayah menjabat sebagai kepala kampung di Kabupaten Pesawaran.
Saat disambangi reporter tabikpun.com, Tara tergeletak di kamarnya yang sempit, Ia mengatakan, bahwa lubang di pahanya sudah berlangsung lama namun dia tak tau harus mengadu kepada siapa.
“Sudah 5 hari ini saya gak bisa sekolah karena memang gak kuat bangun, kalo nunggu Operasi pengangkatan Pen entah kapan karena tak ada biaya dan saya tak punya BPJS”ujarnya sambil berlinang air mata.
“Do’a in cepat sembuh ya om, biar Tara bisa sekolah lagi dan bisa belajar seperti biasa”tambahnya sambil berlinang air mata.
Tara juga menceritakan, bahwa sampai saat ini Pihak Sekolah dan instansi terkait belum ada yang menjenguknya.
“Cuma beberapa temen dan ibu Hartini yang perhatian sama Tara,dari sekolah maupun Pemerintah belum ada om”pungkasnya.
Untuk diketahui, Tara mengalami patah tulang akibat Tabrak lari setahun lalu tepatnya di depan salah satu Rumah sakit Swasta di Bandar Jaya. Musibah itu mengakibatkan tulang paha kanan Tara patah , sementara Pamannya meninggal Dunia. Kini kondisi Siswi Malang itu membutuhkan perhatian dari Pemerintah dan kaum para darmawan. ( Mozes)















Add Comment