Tulang Bawang – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Tulang Bawang Tuba) menilai proses pelaksanaan lelang di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Tuba tak sesuai aturan. Bahkan HIMPI menduga ada permainan dan pengkondisian untuk memenangkan salah satu perusahaan pada lelang tersebut. Hal itu diungkapkan langsung oleh Ketua HIPMI Tuba Bambang, S.E., saat konfrensi pers di salah satu Rumah Makan di Jalan Cemara Komplek Perkantoran Pemda setempat, Jumat (6/7/2018).
“Hari ini kami mendapat laporan dari salah satu anggota HIPMI, bahwa ada proses tahapan lelang proyek Pembangunan Daerah Irigasi Rawa Ragil Hilir terindikasi tidak sesuai dengan aturan yang ada. Hal itu terlihat dari ,” kata Bambang.
Yang menjadi masalah, lanjut Bambang, dalam proses tersebut banyak indikasi kecurangan yang dilakukan pihak panitia lelang. Hal itu terlihat pada saat Pembuktian Kualifikasi yang dijadwalkan, Jumat (06/7/2018) terlihat dalam LPSE hanya ada tiga perusahaan saja yang diundang untuk melakukan tahapan tersebut.
“Nah, timbul pertanyaan bagi kami kenapa hanya tiga perusahaan itu saja yang diundang dalam pembuktian kualifikasi, kenapa tidak keenam perusahaan yg mengikuti lelang yang diverifikasi. Padahal perusahaan anggota kami PT. Djuri Teknik dalam penawaran berada dalam pringkat pertama dalam harga penawaran dilihat dari pengumuman hasil pelelangan hasil LPSE,” jelasnya.
Ia bersama pihak Direktur PT. Djuri Teknik bermaksud melakukan klarifikasi dan menanyakan kebenaran undangan tersebut. Ternyata di lokasi yang tertera dalam undangan tersebut yakni di Kantor Unit Layanan Pengadaan tidak ditemukan kegiatan apapun hinggal pukul 15.00 WIB, sesuai waktu dalam undangan.
“Parahnya pada saat kami mencoba menanyakan hal itu kepada salah satu panitia lelang terkesan menutupi akan hal itu,” ungkapnya.
Intinya, kata dia, HIPMI Tuba menuntut agar dalam pelaksaan pelelangan di Kabupaten berjuluk Sai Bumi Nengah Nyappur ini bisa berjalan dengan baik sesuai aturan yang ada. Serta dapat menghasilkan pemenang lelang yang baik sesuai dengan program pemerintah Daerah.
”Bagaimana Kabupaten Tulang Bawang bisa menciptakan persaingan yang sehat jika praktik seperti ini tidak dibenahi. Bagaimana kami sebagai pengusaha muda bisa bersaing dengan benar kalau cara-cara seperti ini disajikan didepan kami. Yang ada kami diajarkan cara-cara yang tidak benar oleh Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang. Kami susah payah membangun dan mengumpulkan pengusaha muda untuk ikut serta memajukan pembangunan di Tulang Bawang, supaya kami tidak bermental pencari kerja melainkan menciptakan lapangan kerja di Tulang Bawang dan menjadi enterpreneur muda yang ikut berperan dalam memajukan pembangunan dan perekonomian di Kabupaten Tulang Bawang,” tegasnya.
Ia berharap, pemerintah terutama pimpinan daerah agar lebih konsen dan konsekuen dalam era keterbukaan ini. Serta dapat menjalankan setiap tahapan lelang sesuai aturan.
”Seperti halnya dalam kegiatan ini jangan sampai hingga ditentukan pemenangnya tanpa ada klarifikasi dengan seluruh peserta lelang. jika ini dipaksakan maka kami akan menempuh jalur hukum,” tukasnya. (Roby)















Add Comment