Metro – Terkait insiden terbakarnya siswa dalam kegiatan eskul pramuka, pihak sekolah mengaku mencurigai adanya campuran bahan bakar dalam minyak tanah yang di beli korban. Hal itu di sampaikan Kepala sekolah (Kepsek) SMP Negeri 10 Metro, Supardi saat di konfirmasi awak media di ruangannya, Senin (30/10/2017).
“Dia menggunakan minyak, tapi kayaknya itu bukan minyak lampu asli. Mungkin minyak itu minyak oplosan di campur bensin terjadilah penyambaran pada baju anak itu,” ujarnya.
Supardi menjelaskan, bahan bakar dibeli korban dari warung yang di sekitar kediaman korban.
“Minyak itu dari warung yang dia beli, tetangga dia sendiri. Kami pernah beli ulang lagi waktu itu juga, dan di coba memang betul itu menyambar, itu disaksikan murid dan guru. Kalo misalnya itu minyak tanah, kan enggak menyambar,” jelasnya.
Dirinya juga mengaku masih menyimpan sisa bahan bakar yang digunakan korban sebagai barang bukti yang akan di publikasikan di kemudian hari.
“Itu masih sisa setengah botol, masih kami simpan sebagai bukti fisik, nanti suatu saat kalau terjadi hal semua pihak mengetahuinya, tapi enggak sekarang,” tandasnya. (Ap)















Add Comment