LAMPUNG TENGAH – Ratusan api obor diiringi seni tari dikir rudat dan kembang api meriahi acara khitanan di Kampung Buyut Udik, Kabupaten Lampung Tengah, Minggu (27/12/2020) malam. Pun terlihat tradisi adat budaya Lampung Ngarak Kembang Pacar mengisi acara tersebut.
Ngarak kembang pacar merupakan tradisi adat budaya Lampung yang dilakukan saat anak lelaki akan melaksanakan khitanan dan akikah. Gelaran adat itu merupakan acara khitanan dan akikah anak Edwin Nur, SE., bergelar Sutan Rajo Pucak.
Acara tersebut untuk ketiga anaknya, khitanan Al-matin Praditya Puta, Rangga Raditya Putra dan akikah putrinya Chelsea Radytia Putri serta anak sulungnya Kenzi Radytia Putri.
Dalam acara tersebut putra putrinya duduk di atas delman diiringi ratusan api obor yang dipegang sanak saudara dengan suara lagu dan tabuh dikir tari rudat dari Grup Rudat Hadroh Rapi Terbanggi Besar. Rombongan berjalan keliling kampung dari hilir ke udik. Sesampai di kediaman, kembang api pun wajib dihidupkan sehingga suara kembang api turut serta memerihakan acara tersebut.
Selain itu, tahapan ngarak kembang pacar itu dilakukan dimalam hari seusai ba’da isya seperti saat ini, minggu malam (27/12/2020) dimana semua elemen masyarakat yang ada dikampung turut serta mengikuti dan mengiringi putra putrinya sesampai dirumah hajat.
Usai diarak, putranya digendong seperti raja dan didudukkan di tengah tengah tokoh agama adat yang sengaja di undang oleh tuan rumah, sehingga para Pemangku Bandar Buyut ini duduk di tanjaran di dalam tarup. Tempat duduk ditanjaran tersebut sudah disiapkan makan minum dengan lauk pauk yakni daging kerbau.
Setelahnya, kuku anak-anak yang dikhitan dan akikah diwarnai dari kembang pacar yang khusus untuk pewarna kuku. Proses pemberian warna dijari tangan dilakukan oleh ulun tuho, bapak kemaman, induy keminan, wanghey mianak, redek sekelik, bay benulung, lebew kelamo secara bergantian. Artinya yang melakukan pewarnaan dikuku anak tersebut adalah orang tua, kakak, adik sanak saudara Edwin Nur yang punya hajat.
Pemberian warna kuku diiringi dengan lantunan Pantut Ringget Lampung yang berisi ucapan doa dan nasehat untuk anak cucu yang akan khitanan dan akikah. Bertujuan agar kelak menjadi anak yang soleh dan solehah berbakti kepada orang tua yang berguna bagi bangsa dan negara.
Setelah itu dilanjutkan dilanjutkan makan bersama daging kerbau yang sudah disiapkan oleh tuan rumah di tanjaran dalam tarub. “Ngarak Kembang Pacar ini merupakan salah satu seni adat budaya Lampung. Saya kemas seperti ini untuk melestarikan budaya Lampung serta mempererat silaturahmi,” tukas Edwin Nur. (Mozes)














Add Comment