METRO – Beragam komentar nitizen membanjiri kolom komentar Facebook milik Abid Bisara yang membagikan berita berjudul “Terkait Resepsi di Hotel Grand S’kuntum, Ini Tanggapan Wali Kota Metro”. Ada yang pedas, ada juga yang menggelitik.
Banyaknya komentar sepertinya dipicu status zona merah yang disandang Bumi Sai Wawai. Pun bisa jadi lantaran hotel yang diberitakan diduga milik orang nomor satu di Kota Metro.
Komentar awal yang dikutip Tabikpun.com milik akun bernama Syakir Azzam yang menyindir tebang pilih penerapan aturan zona merah terhadap dunia pendidikan dan hajatan.
“Untuk hajatan mau di mana pun tidak ada zona merah tapi klo untuk pendidikan yg intinya untuk mencerdaskan bangsa mesti dihalangi dengan ZONA MERAH. Ini Negara sudah terlalu maju untuk membodohi generasi bangsa,” tulisnya.
Sedangkan akun Facebook milik Gerry Saputra berkomentar singkat namun juga bermakna sindirian. “Pejabat jln pintas,” singkatnya.
Ada juga yang seram guys, seperti dituliskan akun milik Genta Rejang. Ia menyarankan untuk membawa persoalan ini ke pihak yang berwajib. ”Angkat aja kasusnya kalo emang bermasalah,” serunya.
Sindiran pedas juga dilontarkan akun Ujangboy. Menurutnya larangan selama pandemi Covid-19 tebang pilih.
”Kerumunan yang dibikin masyarakat awam gak boleh, tapi oleh pengusaha dan penguasa gak masalah,” ketusnya.
Ada juga yang berkomentar lucu terhadap pemberitaan tersebut dan menganggapnya sebagai lelucon. Apakah ini lagi suting sinetron???” tulis akun Olive Aprilliani Saputri dilanjutkan dengan emoticon tertawa.
Diketahui, acara resepsi tersebut berlangsung di Hotel Grand Skuntum pada, Sabtu 19 Juni 2021 lalu. Melalui unggahan insta story instagram akun alkahfivoice_taufikh, terlihat bahwa tamu undangan tidak menjaga jarak dan sang pengantin tidak menggunakan masker.
Dilansir dari jejamo.com, Senin, (21/6/2021), Wali Kota Metro Wahdi Siradjuddin ketika ditanya persoalan tersebut malah balik bertanya, “Berapa banyak? Ada di mana saja? Di gedung mana saja?,” katanya.
Ia mengaku, bahwa dirinya bukan siapa-siapa di Hotel Grand Skuntum tersebut.
“Tanya saja manajernya atau tanya yang menyelenggarakan. Dan saya tanya lagi, berapa orang yang menyelenggaran hajatan pada hari itu?” lanjut Wahdi.
Menurutnya, media dan masyarakat terlalu membesar-besarkan video resepsi pernikahan yang digelar di Hotel Gran Sekuntum beberapa hari lalu. Pun ia malah balik bertanya kepada awak media berapa jumlah resepsi yang digelar pada 19 Juni 2021 lalu.
“Sebelum saya menjawab, saya mau tanya siapa saja yang hajatan saat itu, berapa banyak, lalu gedung mana saja yang mengadakan, dan saya tekankan, saya bukan siapa-siapa di Hotel Grand Sekuntum, tanya saja managernya, atau tanya yang menyelenggarakan, dan saya tanya lagi, berapa orang yang menyelenggarakan hajatan pada hari itu,” katanya kepada awak media, Senin (21/6/2021).
Wahdi juga menyampaikan, terkait video resepsi pernikahan yang viral di hotel Gran Sekuntum, dirinya mengharapkan sikap berkeadilan.
“Sudah saya jelaskan, hanya akad nikah saja yang diperbolehkan. Berkeadilan saja, kitakan ingin membangun Metro,” ucapnya dengan nada tegas.
Sementara fakta di lapangan, pesta resepsi yang diselenggarakan masyarakat Kota Metro kerap kucing-kucing dan dibubarkan satgas Covid-19, namun pesta moderen, seperti di gedung Grand Sekuntum tetap berlangsung. (Red)















Add Comment