News Pringsewu

Kreatif, 3 Pemuda di Pringsewu Sulap Hobi Jadi Rupiah

 

www.tabikpun.com, Pringsewu – Menjalani hobi tentu menyenangkan, apalagi dari hobi tersebut kita bisa menghasilkan uang. Hal inilah yang dilakukan tiga pemuda asal Kelurahan Pringsewu Selatan. Berawal dari hobi bermain layangan, tiga pemuda ini berhasil membuat layang – layang unik dengan berbagai macam bentuk.

Hada salah seorang pembuat layang – layang unik ini menceritakan, pada awalnya dirinya bersama kedua rekannya Ibnu dan Abdul memiliki ide untuk membuat layang – layang unik yang bentuknya lain dari layangan pada umumnya. Karena, kata dia, bentuk layang – layang yang selama ini monoton dan membuat cepat bosan.

“Pada tahun 2014 kami berinisiatif untuk membuat layang – layang yang lain dari biasanya. Kami bertiga kemudian mulai membuat layang – layang dengan bentuk yang unik. Saat itu kami berhasil membuat tiga jenis layangan yaitu, bentuk capung, kupu-kupu dan cangcorang,” papar Hada pada tabikpun.com, Selasa (2/5).

Menurutnya, saat dulu waktu diterbangkan, karena bentuknya yang unik, sehingga ada warga Sukoharjo dan Adiluwih yang berminat untuk membeli layang – layang miliknya.”Saat itu saya tawarkan Rp 100 ribu dan kedua orang tersebut langsung membeli cash tanpa menawar,” ulasnya.

Saat ini dirinya mampu membuat berbagai jenis layang – layang sesuai permintaan konsumen.”Kami telah membuat berbagai jenis, seperti kelelawar, burung elang, burung bangau, kupu-kupu, capung, lebah, cangcorang dan model pesawat. Namun bila meminta model lain akan kami sanggupi,” jelasnya.

Hada mengaku selama ini hanya melakukan pemasaran dari mulut ke mulut, namun terkadang dirinya juga memanfaatkan jejaring sosial facebook sebagai media pemasaran. Untuk membuat satu unit layangan dirinya mengaku membutuhkan waktu sekitar dua hari.

Dia menjelaskan tidak sepanjang bulan membuat layang – layang, namun hanya pada musim – musim setelah panen padi. Untuk harga, ia menyesuaikan dengan ukuran dan tingkat kesulitan proses pembuatan bentuk layangan.

“Untuk ukuran dua meter kami jual Rp 100 ribu dan empat meter dijual Rp 250 ribu,” tutupnya. (Nanang)

 

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: