Lampung Tengah – Warga Kampung Sakti Buana Dusun III Kecamatan Seputih Banyak mengeluhkan akses jalan yang tertutup oleh batu dan pasir. Warga menuding hal tersebut terjadi atas instruksi Kepala Kampung yang semena-mena terhadap masyarakat.
Gusti Gede Arta masyarakat Kampung Sakti Buana Dusun III Kecamatan Seputih Banyak merasa dirugikan akibat perbuatan Kepala Kampung SB 14. Lantaran diduga ada beberapa orang tidak mendukung kembali pencalonan kakam atas nama Kampul sebagai kakam kedepannya.
”Akhirnya terjadilah penutupan jalan dengan menempatkan batu diletakan di tengah-tengah gang yag sempit. Sehingga akses ke ladang lumpuh, hal ini sudah dilaporkan ke Camat Seputih Banyak dan Polsek,” kesalnya, Rabu (9/5/2018).
Ia menerangkan, jalan yang akan dionderlagh panjang 1 kilometer, namun batu diletakkan di tengah jalan sepanjang 50 meter. Akibatnya warga sekitar memprotes agar material dapat diletakkan di pinggir jalan atau di parit.
”Tapi kepala kampung tidak mau. Sehingga terjadi adu mulut antara kepala desa dengan salah satu warga,” ulasnya.
Ia menambahkan, jalan gang yang lebarnya hanya 3 meter itu merupakan akses utama dan tidak ada jalan alternatif bagi warga untuk ke pemukiman dan tempat usaha warga. Sehingga pemilik percetakan pure merasa merugi.
”Karena hal ini, perhari kerugian saya bisa mencapai Rp 10 juta. Masalah ini sudah diketahui oleh pihak Kepolisian Sektor Seputih Banyak. Kemarin Kanit Sektor Seputih Banyak sudah ke TKP, tapi laporan secara resmi tentang penutupan jalan ini belum ada,” ujar Gusti.
Terpisah, Kepala Kampung SB 14 Kampul merasa tidak menutupi jalan tersebut. “Kalo menurut saya ini hanya kurang geser dikit supaya sepeda motor bisa lewat. Selain itu juga material itu ditempatkan di jalan tersebut karna mau di pasang langsung,” ujarnya kepada tabikpun.com, saat dikonfirmasi via WhatsApp. (Mozes)















Add Comment