LAMPUNG UTARA – Belasan guru dan santri Ponpes Miftahul Ulum Bukit Kemuning mengalami luka-luka akibat minibus Suzuki Suzuki Elef warna silver biru dengan Nomor polisi S 7227 Y yang dikendarai bertabrakan dengan Mitsubishi Truck Colt Diesel warna merah kuning BE 8698 FH di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Desa Talang Jembatan Kecamatan Abung Kunang pada, Selasa (23/10/2018) sekitar pukul 12.00 WIB.
Diketahui minibus Elef yang bergerak dari arah Kotabumi menuju Bukit Kemuning dengan ditumpangi sedikitnya oleh 30 orang, rombongan guru dan santri dari Ponpes Miftahul Ulum itu usai menghadiri perayaan hari santri yang digelar di Kantor Pemda Kabupaten setempat. Sedangkan Mitsubishi Truck Colt Diesel warna merah kuning BE 8698 FH, yang dikemudikan oleh Wahyu Setiawan (25) Warga Jalan Merica RT VIII/RW IV Kecamatan Metro Timur Kota Metro, diketahui kendaraan truck tersebut bergerak dari arah Bukit Kemuning menuju Kotabumi.
Kasat Lantas AKP Muhamad Yani Endang mendampingi Kapolres Lampura AKBP Eka Mulyana menerangkan, minibus yang ditumpangi oleh robongan guru dan santri yang diketahui kurang lebih sebanyak 30 orang tersebut, bergerak dari arah Kotabumi menuju Bukit Kemuning. Sedangkan mobil Truck yang dikendarai oleh Wahyu Setiawan bergerak dari Bukit Kemuning menuju Kotabumi.
”Setibanya kedua kendaraan tersebut di Tempat Kejadian Perkara (TKP), mobil minibus yang ditumpangi oleh para santri, mengambil sebagian jalur kanan, hingga pada akhirnya kendaraan minibus tersebut oleng dan langsung menghantam bak kanan truck yang berada di jalur berlawanan,” ujarnya ditemui ruang Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit (RS) Handayani Kotabumi.
Sedikitnya 19 korban luka-luka dalam kecelakaan tersebut. Dengan rincian 16 luka ringan dan 3 lainnya mengalami luka berat paska peristiwa lakalantas tersebut. Semua korban kini telah menjalani perawatan medis di RS Handayani Kotabumi. Kini kedua kendaraan beserta sopir-sopirnya telah diamankan ke Polres Lampura guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Kedua kendaraan mengalami rusak berat, untuk kendaraan Truck Coldiesel hampir semua bagian mengalami kerusakan, diantaranya Kardan, tangki minyak, roda belakang, Bemper dan asesoris lainya lepas dan terpisah dari badan truck, selain itu kerusakan parah juga terdapat di bak kanan dan kaca depan truck, sementara untuk kendaraan minibus mengalami Ringsek di bagian depan mobil,” jelasnya.
Sementara itu Wahyu Setiawan selaku pengemudi truck saat di komfirmasi terkait kronologis Lakalantas di lokasi kejadian mengatakan, saat itu dirinya dari arah Bukit Kemuning hendak menuju ke Kota Metro. Setibanya di TKP, dari arah berlawanan, mobil minibus tersebut dengan kecepatan yang cukup tinggi keluar dari arah tikungan, setelah itu mobil tersebut oleng dan menghantam mobil yg ia kendarai.
”Saat saya melihat mobil minibus itu oleng dan hendak menabraknya, dengan gerakan reflek saya langsung membanting stir ke arah kiri, hingga pada akhirnya mobil yang oleng tersebut langsung menghantam bak bagian kanan mobil saya. Kalau saya gak banting Stir, Positip mas adu kambing dua kendaraan ini,” ucapnya.
Sementara itu berdasarkan informasi yang dihimpun ada 19 korban tersebut adalah, Sutikno 40 (Kernet truck), Junial (25), M. Sodikin (22) keduanya merupakan seorang guru, kemudian, Hendi Gustiawan(13), Jono Prasetio (15), Manarul H (12), Aji Sahrinudin (13), Arif Winandar (13), Arijal (13), Fadil (13), Regi M (15), Anwar (16), M. Noval Alwi (14), Imam Kurnia (13), Juandi (13), Juanda (13), Ari Setia Budi (14), Imam Jadidi Alhoiri (13), dan Fikri Fauzan (13) ke 16 korban tersebut semuanya merupakan Santri dari Ponpes Miftahul Ulum. (Adi)















Add Comment