METRO – Program Mas Mufti Menyapa (M2M) yang dijalankan mulai pagi hingga sore mendapat respon positif warga. Program itu dinilai warga sangat efektif untuk Mufti memperkenalkan diri dan menyerap aspirasi.
Untuk Mufti sendiri, aspirasi inilah yang menjadi bahan bakar membuat kebijakan yang direncanakan membahagiakan seluruh warga Metro saat dia terpilih menjadi Wali Kota Metro pada 9 Desember 2020.
Pun banyak cerita dalam perjalanan M2M. Mulai dari warga yang menangis terharu karena dikunjungi langsung oleh calon wali kotanya, ada yang berikrar untuk memenangkan Mufti lantaran melihat sosoknya yang bersahaja, ada yang didoakan untuk memiliki momongan, ada sekeluarga yang tersedu karena berkeluh kesah kondisi ekonomi dan di PHK lantaran Covid-19, sampai yang minta didoakan agar segera mendapatkan jodoh.
Hal menarik juga terjadi saat M2M, Senin (16/11/2020) di 21 A, Kelurahan Yosodadi, Kecamatan Metro Timur. Warga yang disapa meminta Mufti agar tidak melupakan warganya saat duduk menjadi Wali Kota Metro.
Hal itu direspons positip oleh Mufti, dengan meminta warga untuk menegurnya dan datang ke kantor wali kota mengingatkannya jika mulai mengambil kebijakan yang salah langkah.
“Mas Mufti jangan lupakan kami ya kalau sudah jadi wali kota. Insha Allah kami bulat memilih Mas Mufti, nomor dua, untuk Metro Bahagia,” ujar Ifah, warga sekitar dengan semangat ditemani anak gadisnya.
Menanggapi hal itu, Mufti memastikan kontrol sosial tetap berjalan. Bahkan untuk mengingatkan segala kebijakan pemerintah, Mufti menyiapkan waktu khusus tiga hari dalam sepekan yang akan dibuka untuk umum, menyerap aspirasi warga di balaikota.
Kebijakan ini diambil untuk memudahkan warga bertemu langsung dengan walikotanya dan menyampaikan aspirasi langsung, teguran langsung, dan menyampaikan masalah secara langsung untuk segera diambil langkah strategis.
“Tegur saya, ingatkan saya, Insha Allah pintu komunikasi kita buka seluas-luasnya antara pemimpin dan yang dipimpin. Saya juga manusia biasa, jika ada khilaf dan lupa dengan meminta maaf tolong diingatkan karena saya dan Kiyay Saleh akan membuka pintu komunikasi seluas luasnya ke masyarakat di balaikota. Termasuk kontrak kerja yang kita tandatangani dengan semua komunitas, kelompok masyarakat, dan warga untuk ditagih. Insha Allah tanpa ditagih akan kita laksanakan, tapi jika dirasa belum membahagiakan dan belum maksimal, ingatkan saya,” ujar Mufti memastikan ke warga yang diketuk pintunya satu per satu.
Dalam kegiatan M2M itu, keluhan warga mayoritas adalah ekonomi, lapangan pekerjaan, jalan rusak, penerangan jalan yang minim, permukiman kumuh, dan banjir yang menjadi langganan. Menurut Mufti, semua aspirasi itu ditampung dan secara bertahap akan diatasi saat ia duduk menjadi Wali Kota Metro.
“Sebagian besar sama, mercusuarnya adalah ekonomi dan infrastruktur. Insha Allah kajian tim kita sudah punya, dan siap dieksekusi khususnya persoalan ekonomi dalam hal ini lapangan kerja dan infrastruktur dalam hal ini jalan, penerangan, kekumuhan, dan banjir. Izinkan kami menerjemahkan kebahagiaan yang diinginkan warga, seluruhnya. Baik yang memilih Mas Mufti dan Kiyay Saleh, maupun yang belum memilih kami. Saya yakin, kita semua ingin perubahan dan kemajuan ke arah yang lebih baik untuk Metro yang kita cintai,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, mayoritas adalah orang Jawa. Sehingga Mufti menyempatkan menggunakan bahasa Jawa halus yang membuat warga luwes berbicara dengan Mufti. (Red)














Add Comment