Metro News

Pasien Positif Terus Bertambah, Komisi II Minta Pemkot Metro Mulai Evaluasi Kinerja Penanganan Covid-19

Ketua Komisi II DPRD Metro Fahmi Anwar. (Ist)

METRO – Penambahan kasus pasien positif Covid-19 terus terjadi di Kota Metro. Saat ini, tercatat pasien positif di Bumi Sai Wawai mencapai angkat 1.007 kasus.

Menyikapi hal tersebut, Komisi II DPRD Kota Metro meminta Pemerintah Kota setempat melakukan evaluasi penanganan Covid-19 agar dapat segera teratasi.

“Kinerja tim gugus sudah sangat baik. Namun, tidak ada salahnya perlu dievaluasi. Kenapa klaster baru terus bermunculan dan bagaimana upaya yang harus dilakukan untuk menghentikan kasus penambahan pasien kedepan. Harus ada terobosan,” ucap Ketua Komisi II Fahmi Anwar, Minggu (23/5/2021).

Politisi Partai Demokrat ini menyarankan gugus tugas untuk mendata wilayah yang dominan penyebaran pasien terbanyak. Hal itu sebagai upaya gugus tugas guna menghentikan penyebaran klaster baru. Pihaknya juga meminta Pemkot memanfaatkan kerjasama RT dan RW sebagai ujung tombak pengawasan dilingkungan masing-masing.

“Sebagai contoh, perlu melakukan kajian, survei berkenaan dengan seberapa pahamnya masyarakat dengan prokes. Survei pemetaan wilayah seberapa banyak masyarakat memakai masker dan apa yg menjadi kendala dilapangan. Kemudian daerah mana saja yang rentan terhadap penularan. Peran RT dan RW harus difungsikan. Kemudian memberikan sosialisasi pemahaman kepada masyarakat berkenaan dengan perlunya melakukan isolasi jika diketahui positif Covid-19,” ujarnya.

DPRD berharap pendekatan pemahaman dilakukan secara persuasif. Jangan sampai terjadi pemahaman yang keliru hingga menimbulkan ketakutan di masyarakat. Sosialisasikan secara humanis dan edukatif sehingga kesan yang diterima masyarakat baik dan dapat dimengerti.

“Pemkot Metro harus siap dengan segala konsekuensinya, dan persiapan yang matang berkenaan dengan kebijakan yang mengharuskan pasien covid isolasi di rumah singgah. Sarana prasarananya harus mengikuti standar kesehatan, dari kelayakan tempat isolasi, makanan, sampai dengan tanaga medis di setiap tempat rumah singgah isolasi. Paling penting obat-obatan, vitamin, dan sebagainya,” imbuh Fahmi.

Selain itu, Fahmi juga meminta Pemkot Metro melakukan kajian terhadap kebijakan pembatasan kegiatan dilingkungan masyarakat. Tidak asal mengeluarkan kebijakan prihal pembatasan kegiatan yang justru merugikan masyarakat atau bahkan menambah pemaparan Covid-19.

“Jangan main tembak harus lima puluh persen dari tempat yang ada. Tapi harus dikaji juga, luas bangunan atau lokasinya lima puluh persennya itu minimal berapa, maksimal berapa. Itu semua harus. Dengan evaluasi kinerja Tim Satgas penangan Covid-19. Pemkot Metro mampu mengantisipasi terjadinya klaster baru penyebaran Covid-19, jika dilakukan dengan serius dan mengedukasi masyarakat, Insyaallah Metro berubah ke kategori zona kuning. Tidak akan mustahil juga bisa ke zona hijau,” tandasnya. (Red)

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: