Tabikpun.com – Tim Pengabdian Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Prodi Akuntansi Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kota Metro yang beranggotakan Lella Anita, Northa Idaman, Titut Sudiono, Lisa Mariyanti, Selvia Indah Lestari, Siska Damayanti melakukan pendampingan penyusunan laporan laba rugi berdasarkan SAK EMKM pada usaha Sasa Resto.
Latar Belakang Dampingan
Pesatnya perkembangan zaman dan meningkatnya kebutuhan hidup memaksa seseorang untuk dapat berfikir secara logis bagaimana mendayagunakan kemampuan diri dari hasil usaha yang mereka ciptakan dan menarik keuntungan yang lebih besar dalam mempertahankan kelangsungan hidup.
Adanya persaingan yang ketat dalam dunia kerja membuat seseorang harus dapat memanfaatkan peluangnya dengan cara membuka usahanya sendiri. Pendirian usaha mikro sebagai sarana bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya tidak memerlukan modal yang terlalu besar.
Usaha mikro kecil dan menengah mampu mengurangi tingkat kesenjangan perekonomian di masyarakat serta mampu menjadikan masyarakat lebih mandiri dan berdayaguna. Tantangan terbesar bagi usaha mikro, kecil dan menengah adalah memiliki kemampuan yang baik dalam pengelolaan keuangan agar usaha yang dijalankan dapat menjadi lebih besar dan mampu bersaing dalam persaingan global.
Secara umum, khususnya dalam aspek finansial, hanya sedikit UMKM yang mengalami perkembangan dalam hal kinerja keuangannya. Hal ini tak lepas dari ketidaksadaran pelaku UMKM terhadap pentingnya pengelolaan keuangan.
Namun demikian, masih ada beberapa pelaku UMKM yang kurang memiliki informasi dan pengetahuan mengenai pembukuan dan pencatatan keuangan sehingga banyak dari mereka tidak melakukan pencatatan dan pembukuan. Hal ini dikarenakan minimnya pengetahuan mereka tentang akuntansi. Besar atau kecilnya suatu bisnis dapat dilihat dari proses akuntansi yang tepat.
Akuntansi sendiri diartikan sebagai suatu proses yang dimulai dari transaski keuangan dan selanjutnya dilakukan pencatatan kedalam jurnal, lalu diklasifikasikan dalam buku besar serta mengolah dan menyajikannya dalam bentuk laporan keuangan yang dapat digunakan oleh pemilik ataupun manajemen untuk pengambilan keputusan dan menjalankan kegiatan operasionalnya.
Akuntansi juga berfungsi untuk memberikan informasi keuangan dari suatu entitas atau perusahaan sehingga kita dapat melihat posisi keuangan beserta perubahannya pada setiap periode akuntansi.
Periode yang dimaksud adalah 2 rentan waktu yang digunakan baik bulanan, triwulan, dan tahunan tergantung kebijakan yang ditetapkan pada masing-masing usaha. Selama didirikan dan mulai berkembang, semua aktivitas pencatatan di Sasa Resto masih dilakukan secara manual di buku kas oleh pengelola keuangan atau kasir. Pencatatan yang dilakukan Sasa Resto hanya sebatas mencatat pemasukan dan pengeluaran kas saja, sehingga belum sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil dan Menengah.
Usaha Sasa Resto tidak dapat menyajikan informasi akuntansi yang memadai tentang laporan keuangan dalam satu periode yang mengakibatkan kegiatan operasional usaha tidak dapat terkontrol dengan baik. Usaha Sasa Resto hanya berpatokan pada bahan baku yang dapat dibeli kembali dan sisanya adalah keuntungan yang diperoleh.
Mereka beranggapan bahwa, usaha yang mereka jalankan sudah memperoleh hasil yang maksimal. Hal tersebut menyebabkan keuntungan dan kerugian tidak dapat terdeteksi. Berdasarkan permasalahan yang ada, maka perlu dilakukan kegiatan pendampingan penyusunan laporan laba rugi berdasarkan SAK EMKM kepada mitra dampingan yaitu Sasa Resto dengan tujuan agar dapat memahami dan mampu menerapkan pembuatan laporan keuangan yang benar dan tepat.
Dalam proses pendampingan, mula-mula mitra dampingan diberikan pengetahuan serta pemahaman tentang SAK EMKM yang merupakan kepanjangan dari Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah. SAK EMKM diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia sesuai dengan Undang-Undang No 20 Tahun 2008 dan mulai efektif per 1 Januari 2018.
Tujuannya adalah sebagai kerangka acuan dalam penyusunan laporan keuangan yang berisi informasi posisi keuangan dan kinerja keuangan. Harapannya adalah, dengan adanya SAK EMKM dapat memberikan kemudahan bagi pelaku UMKM dalam mengaplikasikan akuntansi pada usaha yang dijalankan sehingga dapat dengan mudah menyusun laporan keuangan sesuai dengan standar yang ditetapkan.
- Identifikasi Masalah
Hal yang harus dipahami pada proses pendampingan ini adalah ketidakmampuan dan kurangnya pemahaman mitra dampingan mengenai pencatatan akuntansi dalam kaitannya dengan pengelolaan dana yang dimiliki sesuai dengan SAK EMKM. Selain itu belum adanya kegiatan pendampingan 3 terkait pencatatan akuntansi dan penyusunan laporan laba rugi.
Sehingga untuk mencari solusi diatas, maka kami tim pengabdian Dosen Prodi Akuntansi Syariah yang berkolaborasi dengan mahasiswa akan melaksanakan kegiatan pendampingan penyusunan laporan laba rugi berdasarkan SAK EMKM.
- Siklus Akuntansi
Akuntansi adalah proses mengidentifikasi, mengukur, mencatat, dan mengkomunikasikan atau melaporkan transaksi-transaksi yang terjadi dalam suatu organisasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Transaksi yang dimaksud disini adalah kejadian yang bersifat keuangan dan memperngaruhi posisi keuangan perusahaan.
Dengan kata lain, akuntansi adalah proses mencatat semua kejadian yang bersifat keuangan (disebut transaksi) dan melaporkannya dalam bentuk yang lazim disebut laporan keuangan. Siklus Akuntansi merupakan tahapan kegiatan dari mulai terjadinya transaksi sampai dengan penyusunan laporan keuangan sehingga siap untuk dilakukan pencatatan transaksi pada periode selanjutnya yang akan terjadi secara berulang–ulang serta terus-menerus (Soemarso, 2004:90). Secara singkat siklus akuntansi dapat digambarkan sebagai berikut;
Transaksi Adalah kejadian yang dapat diukur dengan menggunakan satuan moneter (satuan uang). Transaksi yang terjadi menimbulkan perubahan pada salah satu unsur keuangan perusahaan. Perubahan posisi keuangan tersebut adalah dengan adanya transaksi dapat menimbulkan berkurangnya keuangan perusahaan jika transaksi yang terjadi adalah transaksi pengeluaran bagi perusahaan seperti transaksi pembelian bahan baku atau transaksi Transaksi Dokumen Dasar Jurnal Umum Buku Besar Posting Neraca Saldo Jurnal Penyesuaian Neraca Saldo setelah disesuaikan Laporan Keuangan 5 pembayaran utang. Transaksi juga dapat menimbulkan bertambahnya keuangan perusahaan jika transaksi yang terjadi adalah transaksi penerimaan bagi perusahaan seperti transaksi penjualan produk atau transaksi adanya pembayaran piutang sehingga menambah kas perusahaan.
- Dokumen dasar Adalah berbagai formulir atau bukti telah dilakukannya transaksi tertentu. Dokumen dasar ini sangat penting untuk diproses menjadi sebuah informasi akuntansi. Jika transaksi yang telah terjadi tidak memiliki dokumen dasar maka transaksi tersebut tidak dapat dimasukkan kedalam informasi akuntansi sebab dokumen dasar yang timbul dari adanya transaksi yang telah terjadi tersebut merupakan dasar atau titik tolak penting untuk dapat dilakukannya proses akuntansi selanjutnya.
- Jurnal Adalah buku yang digunakan untuk mencatat transaksi yang telah dilakukan oleh perusahaan. Menjurnal adalah aktivitas meringkas dan mencatat transaksi yang telah dilakukan oleh perusahaan di buku jurnal dengan menggunakan urutan tertentu berdasarkan dokumen dasar yang telah dimiliki oleh perusahaan. Pencatatan transaksi artinya mengumpulkan data secara kronologis.
- Buku besar Merupakan pengelompokan akun – akun dan dilakukan penjumlahan nilai uangnya. Setelah semua transaksi keuangan dicatat kedalam jurnal dipindahkan ke buku besar sesuai dengan tanggal transaksi dan dikelompkkan berdasarkan akun – akun yang sama.
- Posting Adalah aktivitas memindahkan catatan yang telah dibuat di buku jurnal kedalam buku besar berdasarkan jenis transaksi dan penggolongannnya.
- Neraca saldo Berisikan data dengan saldo akun yang berasal dari masing masing akun yang telah dibuat dalam buku besar dengan nominal yang diletakan disisi debet maupun kredit. Neraca saldo dapat mendekteksi kesalahan serta mempermudah susunan aktiva, kewajiban , modal, pendapatan, serta beban berserta saldo masing – masing akun.
- Jurnal penyesuaian Merupakan jurnal yang digunakan untuk menyesuaikan saldo – saldo rekening yang ada didalam neraca saldo menjadi yang sebenarnya sampai dengan akhir periode akuntansi.
- Neraca saldo setelah penyesuaian Merupakan daftar saldo akun – akun yang ada pada tanggal tertentu pada buku besar setalah dilakukan pembaruan oleh jurnal penyesuaian neraca saldo ini menunjukan keadaan yang nyata dan siap untuk dibuat laporan keuangan.
- Laporan keuangan Merupakan laporan tertulis berstruktur yang berisi data transaksi keuangan perusahaan. Dimana laporan tersebut yang dapat bermanfaat bagi pengguna laporan keuangaan.
- Peran Akuntansi untuk UMKM Secara umum akuntansi bertujuan untuk memberikan informasi ekonomi suatu perusahaan yang diperlukan, baik oleh pihak internal maupun pihak eksternal perusahaan. Adapun pihak Internal perusahaan, meliputi:
- Manajer perusahaan bertugas memimpin perusahaan sehingga dapat mengelola dan melakukan srategi dengan baik.
- Pemilik perusahaan Tujuan dari usaha adalah memperoleh laba sehingga melalui laporan keuangan yang sesuai akuntansi dapat mengevaluasi kinerja, manajer dalam mencetak laba.
- Karyawan Sebagai karyawan perusahaan tentu saja ingin mengetahui prospek pekerjaannya di suatu perusahaan, baik kelangsungan karier maupun penghasilan dan tunjangan yang akan diperoleh. Pihak Eksternal perusahaan, meliputi:
- Pemerintah Jika akan memberikan program bantuan dalam pengembangan usaha, khususnya di sektor UMKM. Selain itu, berguna untuk laporan pembayaran pajak badan usaha bagi kantor pajak.
- Perbankan atau Lembaga Keuangan Apabila perusahaan akan mengajukan kredit pada bank, pihak bank akan membutuhkan laporan keuangan yang baik sebagai bahan analisis kelayakan usaha.
- Masyarakat Luas Terutama bagi perusahaan yang sudah “Go Public” atau yang telah terdaftar di bursa saham guna memberikan informasi mengenai kredibilitas dan prospek perusahaan ke depan sehingga dapat menarik para calon investor.
- Dalam pelaksanaan proses pengelolaan keuangan, dengan menggunakan akuntansi tentu saja memiliki manfaat yang besar bagi kelangsungan suatu perusahaan, bukan sekedar memberikan laporan aktivitas keuangan yang sedang berjalan, melainkan juga dapat memberikan dasar informasi dalam pengambilan keputusan strategis mengenai pengembangan usaha. Penerapanan akuntansi dasar yang menghasilkan laporan keuangan sebagai outputnya sangat bermanfaat bagi UMKM antara lain membantu memperlancar kegiatan usaha, bahan evaluasi kinerja, melakukan perencanaan yang efektif dan menyakinkan pihak luar perusahaan dengan menggunakan akuntansi, segala aktivitas usaha akan tercatat secara jelas, rapi dan sesuai dengan kronologis kejadian tiap transaksi.
- Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil dan Menengah (SAK EMKM) SAK EMKM merupakan tolak ukur atau standar akuntansi yang diperuntukkan bagi UMKM dalam mengakomodir keperluannya yang berkaitan dengan penyusunan laporan keuangan (SAK EMKM, 2018). Tujuan dari pembuatan SAK EMKM adalah untuk membuat laporan keuangan dari berdasarkan cash basis menjadi accrual basis sesuai SAK EMKM dengan menyesuaikan kondisi di UMKM itu sendiri (Purnama, 2018; Rachmawati, et el., 2019).
Awal mulanya ditetapkan SAK EMKM oleh Dewan Standar Akuntansi (DSAK IAI) diperuntukkan untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, dengan memakai asumsi dasar akrual dan kelangsungan usaha. DSAK IAI juga memberikan syarat yang tertuang dalam SAK EMKM bahwa laporan keuangan harus disajikan dengan lengkap, relevan, dapat di mengerti, dan juga dapat dibandingkan. DSAK IAI juga menuangkan tujuan dari pelaporan keuangan pelaku usaha UMKM dalam SAK EMKM ialah menyajikan informasi mengenai posisi keuangan dan kinerja perusaahan dalam hal ini UMKM agar dapat memberikan manfaat untuk pengguna informasi keuangan (laporan keuangan) ketika menarik keputusan ekonomi bagi sembarang orang dimana tidak dalam posisi yang dapat memohon laporan keuangan khusus agar mengakomodir keperluan 8 dari informasi tersebut (SAK EMKM, 2018). Selaras dengan peraturan SAK EMKM yang ditetapkan oleh DSAK IAI, UMKM pada dasarnya harus menyusun laporan keuangan paling sedikit tiga jenis yaitu (2018, point 3.9):
- Laporan posisi keuangan Laporan ini berisi informasi mengenai kekayaan perusahaan, kewajiban perusahaan, dan juga modal miliki perusahaan dalam kurun waktu satu periode akuntansi, biasanya adalah satu tahun.
- Laba Rugi Laba rugi, menyajikan informasi mengenai kinerja perusahaan dalam bentuk keuangan (menghasilkan laba atau rugi) pada satu periode akuntansi atau biasanya dalam waktu satu tahun. Kegunaan laba rugi bagi pelaku UMKM bisa mengetahui apakah usaha yang dijalankan menghasilkan keuntungan atau kerugian dalam waktu satu tahun.
- Catatan atas laporan keuangan Catatan ini mengungkapkan informasi-informasi mengenai: 1) Adanya pernyataan bahwa laporan keuangan telah disusun sesuai SAK EMKM. 2) Ikhtisar kebijakan akuntansi. 3) Adanya tambahan mengenai informasi atas akun dan juga informasi spesifik atas akun sehingga informasi tambahan tersebut dapat menggambarkan dengan jelas transaksitransaksi penting dan berjumlah material yang pada akhirnya membantu pengguna informasi tersebut agar lebih mengerti laporan keuangan yang telah disajkan (SAK EMKM, 2018: point 3.9).
- Usaha Mikro, Kecil, Dan Menengah (UMKM) Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan unit produktif yang berdiri sendiri yang dapat dilakukan perorangan atau badan usaha disemua sektor ekonomi. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peranan penting dalam pembangunan serta pertumbuhan ekonomi di Indonesia. UMKM menjadi penting tidak hanya kelompok usaha ini mampu menyerap tenaga kerja yang banyak, tapi UMKM menjadi sumber pendapatan bagi kelompok ekonomi menengah kebawah dan dapat mengembangkan perekonomian. Pada prinsipnya 9 perbedaan UMKM dengan usaha lainnya terletak pada nilai asset awal (tidak termasuk harta tetap berupa tanah dan bangunan), omset rata-rata per tahun dan jumlah pekerja tetap. Berdasarkan Undang-Undang No. 20 tahun 2008 tentang definisi UMKM dapat dibedakan menjadi tiga꞉
- Usaha Mikro Merupakan usaha produktif milik orang perorangan dan atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria dalam Usaha Mikro sebagaimana diatur dalam Undang – Undang.
- Usaha Kecil Merupakan usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri dan dilakukan oleh perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan dari anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari Usaha Menegah maupun Usaha Besar yang memenuhi kriteria Usaha Kecil sebagaimana diatur dalam Undang – Undang.
- Usaha Menengah Merupakan usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, ataupun menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Kecil ataupun Usaha Besar dengan jumlah kekayaan bersih dari penjualan tahunan sebagaimana diatur dalam dalam Undang – Undang.
Sumber ꞉ Undang-Undang No 20 Tahun 2008 10 BAB III METODE KEGIATAN A. Khalayak Sasaran Sasaran yang dipilih pada kegiatan ini adalah Sasa Resto yang berlokasi di Metro Timur. Penetapan sasaran ini merupakan suatu upaya untuk meningkatkan kinerja keuangan UMKM agar perkembangannya dapat diketahui dan dipantau dengan mudah. Lebih jauh dari itu, harapannya mitra dampingan dapat menularkan ilmu yang didapatkan kepada pelaku UMKM lain yang berada di sekitarnya. B. Metode Kegiatan Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat ini dilakukan dengan menggunakan metode pendampingan.
- Tahapan pertama adalah persiapan yang dilakukan dengan cara melakukan pra survey, pembentukan tim, koordinasi antara tim pengabdian dan mitra pendampingan serta pengumpulan data.
- Tahapan kedua adalah pelaksanaan. tahapan ini dimulai dengan membuat jurnal umum, dan buku besar.
- Tahapan ketiga, melanjutkan kegiatan pelaksanaan dengan membuat neraca saldo, jurnal penyesuaian, neraca saldo setelah disesuaikan.
- Tahapan keempat membuat laporan laba rugi dan laporan posisi keuangan.
- Tahapan kelima adalah evaluasi. Evaluasi dilaksanakan dengan membandingkan keadaan mitra sebelum dan sesudah program dilaksanakan. Keberhasilan program ditujukan dengan adanya perubahan yang positif dari keadaan mitra yaitu peningkatan kemampuan, pengetahuan dan ketrampilan dalam membuat laporan keuangan berdasarkan SAK EMKM.
- Tahapan kelima yaitu penyusunan laporan akhir.
- Langkah-langkah Kegiatan
Kegiatan pengabdian yang dilakukan melalui kegiatan pendampingan penyusunan laporan laba rugi berdasarkan SAK EMKM pada Usaha Sasa Resto akan dilaksanakan dalam jangka waktu 2 bulan. Jadwal kegiatan pengabdian dari survey, pengumpulan data sampai dengan tahap pembuatan laporan laba rugi.
PELAKSANAAN KEGIATAN
- Hasil Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan pendampingan penyusunan laporan laba rugi berdasarkan SAK EMKM pada usaha Sasa Resto ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja keuangannya dilaksanakan selama tiga tahap dalam dua hari.
- Pembahasan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan perwujudan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dilaksanakan oleh civitas akademika Program studi S1 Akuntansi Syariah. Dalam kegiatan ini civitas dituntut untuk memberikan kontribusi terhadap masyarakat dengan menyalurkan keilmuan yang dimiliki guna mendukung pengembangan kehidupan masyarakat khususnya pada pelaku UMKM.
Pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan pendampingan telah dilakukan selama 2 bulan 13 mulai dari bulan juli sampai dengan bulan agustus 2022 dan berjalan lancar sebagaimana mestinya. Pengabdian masyarakat dimulai dengan melakukan survey ke Sasa Resto yang belokasi di kelurahan Yosodadi Kecamatan Metro Timur oleh Lella Anita, M.S.Ak selaku tim dosen pengabdian masyarakat dari IAIN Metro pada awal bulan Juli 2022. Adapun tujuan kedatangan tim pengabdian adalah untuk menanyakan kebutuhan yang diperlukan mitra. Setelah itu, pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan sebagai tindak lanjut surat permohonan dari Bapak Sukiran, selaku pemilik Sasa Resto untuk membuat pengabdian kepada masyarakat dengan topik pendampingan penyusunan laporan laba rugi berdasarkan SAK EMKM yaitu Standar Akuntansi Keuangan untuk UMKM. Adapun rangkaian kegiatannnya adalah sebagai berikut ꞉ 1. Persiapan Tahap persiapan merupakan tahap awal sebelum pelaksanaan kegiatan. Dalam tahap ini ada beberapa hal yang dilakukan, yaitu:
- Pra Survei Prasurvey dilakukan dengan melakukan identifikasi permasalahan dan kebutuhan mitra b. Pembentukan Tim Setelah Pembentukan Tim untuk memberikan solusi bagi permasalahan dan kendala yang dihadapi oleh mitra. Tim terdiri dari 3 dosen dan 3 mahasiswa dengan berbagai kompetensi yang dipadukan untuk memberikan solusi serta pemecahan masalah mitra.
- Koordinasi antara Tim dengan Mitra Untuk merencanakan permasalahan tersebut maka dilakukan kegiatan pendampingan pelaksanaan secara konseptual, operasional, serta job description masing-masing Tim dan Mitra.
- Pengumpulan data Proses pengumpulan data diperoleh melalui buku kas milik Sasa Resto dan diambil pencatatan selama 3 bulan. 2. Pelaksanaan Tahapan ini dilakukan dengan membuat jurnal umum, dan buku besar. Berikut adalah data yang diperoleh dari Sasa Resto per triwulan.
- Penyajian modal awal Sasa Resto Pada saat awal berdiri mempunyai modal Sasa Resto berupa uang senilai Rp 300.000.000. Modal tersebut berasal dari uang keluarga tanpa ada pinjaman dari pihak ke tiga. Modal berupa uang tersebut 14 digunakan untuk menyewa tempat usaha, membeli peralatan, perlengkapan, dan membeli kendaraan dapat di gambarkan pada tabel 4 berikut : Tabel 4. Modal awal Sasa Resto Per Januari 2.
- Analisis Transaksi Proses awal dalam penyusunan laporan laba rugi berdasarkan SAK EMKM pada usaha Sasa Resto adalah dengan mengidentifkasi serta menganalisis transaksi yang terjadi selama 3 bulan berturut-turut. Bukti transaksi pada usaha Sasa Resto berupa nota yang langsung dicatat didalam buku kas pada hari tersebut. Berikut merupakan contoh Bukti Transaksi dan rekap data transaksi di buku kas Sasa Resto yang dapat disajikan.
- Pencatatan kedalam Jurnal Umum
Dari bukti data transaksi diatas tahap selanjutnya yaitu tim pengabdian melakukan proses pendampingan dengan menjelaskan terlebih dahulu bagaimana alur pembuatan jurnal pada suatu transaksi, lalu mengarahkan dan memberikan contoh pencatatan kedalam jurnal umum. Sehingga tim bersama dengan mitra dapat melakukan pengimputan data transaksi kedalam jurnal umum.
- Melakukan Posting ke Buku Besar
Setelah melakukan proses penginputan kedalam jurnal umum. Langkah selanjutnya adalah melakukan perincian data sesuai nama akun yaitu posting 16 kebuku besar yang telah disusun.
- Pembuatan Neraca Saldo Nominal pada neraca saldo diperoleh dari seluruh saldo akhir yang terdapat pada masing-masing buku besar lalu dipindahkan ke neraca saldo untuk membuktikan kecocokan seluruh nilai akun yang bersaldo.
- Melakukan Jurnal Penyesuaian Jika sudah dibuat neraca saldo setelah itu kita akan membuat jurnal penyesuaian terhadap akun-akun yang membutuhkan penyesuaian pada periode berjalan tersebut dan memposting data jurnal penyesuaian. Adapun pada tanggal 31 Agustus diperoleh data tambahan sebagai berikut꞉ 1. Dari hasil stock opname diperoleh nilai persediaan akhir sebesar Rp 5.386.500 2. Tim memperkirakan umur ekonomis dari masing-masing aset tetap berdasarkan penggunaannya dan memperhitungkan nilai penyusutan dari aset tersebut tanpa menggunakan nilai residu dengan metode garis lurus.
- Neraca Saldo Setelah Penyesuaian Neraca Saldo Setelah Penyesuaian berisikan saldo akhir setelah dilakukan penyesesuaian.
- Penyajian Laporan Keuangan 1. Laporan Laba Rugi Yang masuk dalam laporan laba rugi yaitu meliputi akun pendapatan dan akun beban.
- Kendala yang Dihadapi dalam Penyusunan Laporan Keuangan Kendala yang dihadapi tim pada kegiatan pendampingan penyusunan laporan laba rugi berdasarkan SAK EMKM pada Usaha Sasa Resto yaitu dalam pencatatan tidak begitu jelas serta bukti transaksi yang tidak disimpan menyebabkan penyususunan laporan keuangan membutuhkan waktu lama karna harus mencari cari bukti transaksi yang ternyata sudah tidak disimpan.
Pada saat penentuan transaksi yang masuk di dalam beban lain-lain. Dalam transaksi seharihari pada Sasa Resto didapatkan pengeluaran kas diluar usaha yang beragam hal itu membuat tim dan mitra merasa harus membuat banyak akun beban. Namun beragamnya pengeluaran kas diluar yang dikeluarkan tiap bulan nya berbeda – beda sehingga untuk membuat banyak akun beban – beban dirasa kurang efektif dikarenakan beban-beban tersebut memiliki nominal yang kecil yang sekiranya dapat digabungkan dengan beban- beban yang seragam.
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
- Kesimpulan Hasil kegiatan pendampingan penyusunan laporan laba rugi berdasarkan SAK EMKM pada Usaha Sasa Resto berjalan dengan lancar. Mitra dampingan mengapresasi kegiatan pengabdian yang dilakukan serta memperoleh manfaat dari kegiatan pelatihan yang dilakukan untuk perkembangan usaha yang saat ini dijalankan. B. Rekomendasi Dari hasil evaluasi hasil kegiatan pendampingan ini selanjutnya rekomendasi yang diajukan untuk kegiatan selanjutnya adalah ꞉ a. Harus ada upaya yang berkesinambungan atas rangkaian kegiatan dari pengabdian masyarakat untuk dapat melihat sejauh mana perkembangan usaha yang dijalani serta mengetahui kendala dan solusi dari permasalahan yang dihadapi dalam menjalankan kegiatan usaha. b. Melakukan kegiatan edukasi dan evaluasi serupa namun dengan tema yang berbeda pada komunitas masyarakat lainnya dengan lokasi yang berbeda.
DAFTAR PUSTAKA
Dwi Martanti, dkk. (2012). Akuntansi Keuangan Menengah Berbasis Psak Buku 1. Jakarta: Salemba Empat. Herry, (2016). Akuntansi Dasar 1 dan 2. Jakarta : Grasindo PT Gramedia Undang-Undang No 20 Tahun 2008 Tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Widiasarana Indonesia. Ikatan Akuntan Indonesia. (2018). Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil dan Menengah. Jakarta Wiratna Sujarweni, (2019). Akuntansi UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah). Yogyakarta: PT Pustaka Baru Press.














Add Comment