Metro News

Puluhan Hektar Sawah Petani Ganjar Agung Terancam Gagal Panen, Ini Penyebabnya!

Padi usia dua bulan mati dan menguning akibat diserang hama Mentek dan Sundep. Arby

www.tabikpun.com, Metro – Puluhan hektar sawah di Kelurahan Ganjara Agung Metro Barat terancam gagal panen. Selain serangan hama Wereng, hama Mentek dan Sundep mulai menyerang padi petani yang tengah berumur dua bulan.

Sukadi petani yang sawahnya terserang hama mengungkapkan, datangnya hama diduga lantaran perubahan waktu tanam yang sebelumnya dua dalam setehun menjadi tiga kali dalam setehun. Sehingga unsur tanah dalam tanah belum stabil saat petani mulai menanam.

“Waktu dua kali tanam memang ada hama seperti ini, tetapi tidak banyak seperti saat diterapkan program tiga kali tanam setahun ini mas. Sundep sama Mentek ini kan penyakit yang dateng dari akar, kayaknya ya karena tanah ini lah yang belum stabil. Pas panen terus di bajak lagi, ditanemin lagi jadi ya kaya gini,” jelas dia disela aktivitas bertani, Jumat (13/7).

Setelah sedikit berhasil mengurangi hama Wereng, lanjud dia, serangan hama yang datang dari dalam tanah juga harus menyita perhatian untuk dituntaskan. Dimana berpotensi mengagalkan pertumbuhan padi.

“Kalo wereng sudah enggak seberapa lagi. Yang nyebar mentek dan sundep. Kalau yang kena mentek itu yang sudah enggak bisa tumbuh lagi. Jadi kalo habis dipupuk itu gak bisa tumbuh lagi. Kalau yang sundep itu begitu mau tumbuh langsung busuk. Ini kendalanya karena akar, karena kondisi tanah yang mungkin enggak stabil lagi,” paparnya.

Ia memprediksi, serangan hama tersebut berpotensi mengakibatkan sawah gagal panen dan membuatnya merugi jutaan rupiah.

“Sawah saya ini seperempat hektar, biaya pupuk Rp 1,5 juta. Belum obat hama wereng, mentek, dan sundep ini. Bisa rugi sampai Rp 3 jutaan. Malah berpotensi enggak panen mas,” keluhnya.

Dikonfirmasi melalui sambungan telepon Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kota Metro Wiji, SP mengaku telah berupaya menangani penyebaran hama tersebut. Terkait waktu tanam, menurutnya itu adalah kewenangan pusat dan didaerah hanya menjalankan.

“Kita sudah dengar soal serangan hama itu. Kita sudah upayakan, itu masih bisa ditangani. Kalau masalah program tanam itu kan program pusat kita cuma menjalankan saja. Memang sudah ada petani yang mengeluh soal waktu tanam itu, tapi kita hanya pelaksana program itu saja,” tandasnya. (Ap)

 

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: