Lampung Tengah – Ratus guru honorer K2 unjuk rasa di depan gedung DPRD Lampung Tengah (Lamteng), Senin (24/9/1018) pagi. Para guru honorer menyoal penerimaan CPNS jalur umum tahun ini dan meminta agar K2 diperioritaskan tanpa batas umur dan syarat apapun.
Titi Purwaningsih Guru SD di Gunung Batin perwakilan para guru honorer di depan Gedung DPRD Lamteng meneriakan permintaan para guru K2 agar dapat ditindamlanjuti oleh DPRD Lamteng. Terlebih terhadap pembatasan usia.
“Karena Pemerintah Pusat membuka pendaftaran CPNS dengan batas usial maksimal 35 tahun. Dan untuk K2 hanya dibutuhkan 31orang saja yang akan diterima serta harus berpendidikan S1. Di Lampung Tengah guru honorer K2 asa 977 orang. Dan sudah mengabdi 15 tahun. Selama ini kami hanya diberi harapan palsu dengan gaji kecil dan tidak diangkat menjadi PNS,” sesalnya.
Ketua DPRD Lamteng Junaidi yang langsung menemui para pengunjuk rasa pun berjanji akan melanjutkan aspirasi para guru honorer ke Pemerintah Pusat. Pun meminta pemerintah pusat dapat mempertimbangkan lamanya pengabdian para guru honorer untuk dapat menjadi PNS.
“Namun kita harus berpikir positif karena ini bukan guru honor Lamteng saja namun nasional. Kami siap dengan bekal ini akan menembus ke pemerintah pusat. Kami belum dapat memberikan putusan dan kami jajaran pimpinan daerah akan berupaya memperjuangan 977 guru K2 ke Kemenpan RB,” kata dia.
Ia berharap, persoalan batas usia dapat menemukan jalan keluar, namun semua keputusan kembali lagi ke pemerintah pusat. Sebelumnya, lanjut dia, 420 ribu guru honorer seluruh Indonesia juga menggelar aksi dan bertemu dengan Presiden Jokowi terkait persoalan ini.
“Artinya apa yang guru-guru honorer Lamteng sampaikam ini sudah diketahui oleh Presiden dan Menpan. Baik itu persoalan usia atau persyaratan lain yang memberatkan. Saya tegaskan lagi jika legislatif dan eksekutif akam mendukung juga memperjuangkan guru honorer K2 bisa diangkat menjadi PNS,” tukasnya. (Mozes)















Add Comment