Metro News

Tabikpun.com Menuju Terverifikasi Faktual

Bidang Pendataan Dewan Pers Winarto menyerah buku saku wartawan kepada Pimpinan Redaksi Tabikpun.com didampingi Ombudsman Tabikpun.com Hendi usai verifikasi faktual, di Kantor Tabikpun.com, Jumat (18/6/2021). (Red)

METRO – Selangkah lagi media siber Tabikpun.com memenuhi semua ketentuan sebagai media yang terverifikasi Dewan Pers, baik secara administrasi dan faktual.

Media yang dirintis Abdul Wahab sejak 11 Februari 2016 silam ini, sebelumnya telah terverifikasi administrasi pada 2019 di situs dewan pers https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers. Namun kali ini tim Verifikator Dewan Pers mendatangi Kantor Redaksi Tabikpun.com di Metro Lampung, Jumat, 18 juni 2021 siang guna memeriksa keabsahan berkas administrasi dan kelayakan kantor beserta fasilitasnya untuk menuju verifikasi faktual.

“Apa yang sudah kami data hari ini akan dibawa ke Dewan Pers. Keputusannya berdasarkan hasil rapat nanti,” ujar Winarto, Bidang Pendataan Dewan Pers di Kantor Tabikpun.com.

Meski terbilang singkat, disela verifikasi faktual, Winarto memberikan masukan kepada Abdul Wahab selaku pemimpin redaksi dan Angga Nurdiansyah sebagai Redaktur untuk menyajikan berita sesuai fakta dan menjaga integritas.

“Saya lihat secara umum di portal- portal media online bukan hanya di tabikpun saja ya, ada berita rilis. Tidak apa-apa menerbitkan berita rilis, tetapi harus melalui proses editing. Jangan asal upload,” terangnya.

Menurutnya, berita rilis tentu menampilkan informasi sesuai dengan apa yang diinginkan pengirim. Jika tidak melalui proses editing, artinya media tersebut mengikuti apa yang diinginkan pengirim rilis tersebut.

“Bukan tidak boleh. Tetapi harus melalui proses verifikasi terlebih dahulu sehingga tidak serta merta menerbitkan apa yang menjadi keingingan si pembuat rilis. Kalau asal posting, jadi apa tugas wartawanya,” sindirnya.

Ia pun berbagi tips potensi profit dan peluang besar untuk media siber saat ini. Bagi media siber, agar tidak melulu mengandalkan pemasukan dari MoU dengan pemerintah. Dikhawatirkan, jika media terlalu mengandalkan MoU pemerintah, maka berita yang disajikan tidak lagi tajam alias asal bapak senang.

“Walau sudah MoU, kalau salah tetap harus dikritik. Integrasi media tidak boleh hilang. Nah, kalau mau mencari peluang pemasukan bisa juga dengan google adsense, iklan dengan swasta, atau berafiliasi dengan web site yang berpotensi meraup untung,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Abdul Wahab memastikan Tabikpun.com akan terus menyajikan berita berimbang sesuai fakta bagi masyarakat. Ia pun mengaku siap memutus kontrak dengan pemerintah bila ada tekanan untuk tidak memberitakan peristiwa yang sifatnya mengkritik atau berdampak negatif bagi pemerintah.

“Sejauh ini selalu saya tekankan kepada seluruh teman-teman di daerah agar bekerja sesuai kode etik jurnalistik. Menjaga marwah profesi, jangan sampai beropini dalam membuat berita, harus sesuai fakta dan cover both sides. Saya pun siap putus kontrak kalau dihalangi untuk memberitakan peristiwa atau kesalahan pemerintah,” tegasnya.

Diketahui, tabikpun.com telah terdaftar di Dewan Pers sebagai media siber yang telah terverifikasi administrasi. Saat ini, Tabikpun.com dari Pemimpin redaksi (Utama), Redaktur (Madya) hingga reporternya telah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) sesuai jenjangnya masing- masing dan tinggal menunggu hasil verifikasi faktual Dewan Pers. (Red)

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: