Advertorial Metro

Walikota Metro Sampaikan Nota Keuangan RAPBD 2018

Walikota Metro Achmad Pairin saat menyampaikan Nota Keuangan RAPBD 2018 di Ruang Sidang DPRD Kota Metro, Rabu (1/10)/2017. (Ist)

Metro – Pemerintah Kota (Pemkot) Metro memproyeksikan pendapatan daerah tahun 2018 sebesar Rp. 821,9 miliar. Pendapatan ini, berasal Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp. 128,4 miliar, Dana Perimbangan sebesar Rp. 632,7 miliar, dan lain-lain pendapatan yang sah sebesar Rp. 60,7 miliar.

Hal ini dikatakan Walikota Metro Achmad Pairin saat sidang Paripurna penyampaian nota keuangan RAPBD 2018 di ruang sidang DPRD Kota Metro Rabu (1/10/2017). Dikatakannya, dibandingkan pendapatan daerah pada tahun 2017, kenaikan terjadi pada pajak daerah, dana bagi hasil (DBH), dan lain-lain pendapatan yang sah.

“Kenaikan pajak daerah berasal dari pajak penerangan jalan, hotel, parkir, dan tempat hiburan. Sedangkan kenaikan DBH berasal dari DBH pajak penghasilan. Dan lain-lain pendapatan yang sah berasal dari BLUD Puskesmas karena penambahan Puskesmas yang menggunakan sistem BLUD,” katanya.

Kemudian, terus dia, penurunan terjadi pada pos retribusi daerah. Penurunan ini disebabkan karena rencana Pemkit Metro untuk merenovasi pertokoan grosir di Jalan Jenderal Sudirman. “Penurunan ini juga karena adanya penghapusan HO oleh peraturan perundang-undangan,” paparnya.

Ia menjelaskan, untuk belanja daerah, direncanakan sebesar Rp. 851,5 Milyar. Anggaran ini terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp. 371,2 miliar dan belanja langsung sebesar Rp. 480,3 miliar. Artinya, anggaran belanja daerah dimaksimalkan untuk biaya pembangunan daerah.

“Defisit sebesar Rp. 29 miliar dapat ditutupi dari Silpa tahun sebelumnya. Prioritas belanja daerah untuk program pendidikan dan kesehatan. Selain itu juga belanja ini diarahkan untuk percepatan perwujudan visi wisata keluarga dengan pembangunan infrastruktur pariwisata dan pembangunan Metro Convention Center (MCC),” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk pembiayan daerah Kota Metro masih berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Akhir (Silpa) sebesar Rp. 31,1 miliar. Kemudian, untuk pengeluaran pembiayaan berasal dari penyertaan modal (Investasi) daerah kepada Bank Lampung sebesar Rp. 1,5 miliar.

“Untuk tahun 2018 nanti Kota Metro sudah menggunakan sistem non tunai,” tutupnya. (Adv)

 

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: