Metro News

Antisipasi Bencana Banjir, BPBD Himbau Warga Bersihkan Saluran Irigasi

Peta daerah rawan bencana BPBD Kota Metro berdasarkan data kejadian sejak 2013 silam.Redaksi

www.tabikpun.com, Metro – Masuk musim hujan yang berpotensi menyebabkan banjir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Metro mengimbau masyarakat waspada meluapnya saluran drainase dan pohon tumbang di wilayah masing-masing.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Metro Alfajar Nasution mengatakan, beberapa lokasi yang kerap tergenang karena saluran drainase meluap di antaranya di depan Mardiwaluyo dan Hotel IP, sebelum perbatasan Tugu Gajah, perumahan Hadimulyo Barat pinggir ledeng, dan depan PB Swalayan Iringmulyo.

Terkait rawan banjir karena anak sungai Way Batanghari dan Way Sekampung meluap berada di kawasan Mulyojati, Metro Barat dan Margodadi, Metro Selatan. Sementara untuk antisipasi pohon tumbang, BPBD telah mengirimkan surat ke Dinas Tata Kota untuk melakukan perampingan.

“Untuk langkah khusus kami tidak ada. Karena banjir umumnya itu akibat drainase macet. Kita cuma bisa mengimbau warga untuk melakukan bersih-bersih atau gotong royong. Kalau untuk anak sungai, itu kebijakan dari pusat. Ya saran kami baiknya dilakukan sodetan atau tanggul,” terangnya, Senin (3/10).

Dari data kejadian bencana alam BPBD sejak 2013 pun mengungkapkan beberapa daerah rawan potensi bencana angin puting beliung, kebakaran, serta rawan petir di Bumi Sai Wawai. Berdasarkan pemetaan BPBD, daerah rawan angin puting beliung berada di Kelurahan Purwoasri, Kelurahan Karangrejo, Kelurahan Iringmulyo, Kelurahan Tejoagung, dan Kelurahan Tejosari.

”Untuk bencana petir itu ada di daerah Hadimulyo Barat dan Margodadi. Sedangkan rawan bencana kebakaran ada di Kelurahan Yosorejo, Mulyojati, Hadimulyo Barat, dan Metro,” urainya.

Ditahun ini, lanjut dia, BPBD kembali melakukan pemetaan terhadap daerah rawan bencana berdasarkan kejadian terkini. Pemetaan dimulai dari Kecamatan Metro Utara sebagai sample awal daerah yang berpotensi terjadi bencana alam.

”Berdasarkan kondisi yang ada sekarang, kami sedang melakukan pemetaan daerah rawan bencana lagi. Karena anggaran yang tidak mendukung, kami baru menyusun satu kecamatan. Sementara sebagai sample kami ambil Kecamatan Metro Utara. Metro Utara dijadikan sample awal karena potensi bencana banjir dan kekeringannya itu berimbang secara umum. Nah jika kedepannya projek ini bermanfaat bagi SKPD terkait, pemetaan daerah rawan bencana akan kita lakukan di semua kecamatan,” tutupnya.(ga)

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: