Lampung Tengah News

Apresiasi Jiwa Sosial Pengurus Panti, Loekman Janji Bantu Anggaran Panti Srikandi 

Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto didampingi Kadis Sosial Zulfikar foto bersama pengurus Panti Sosial Yayasan Srikandi, Kecamatan Bandar Surabaya, Kamis (28/2/2019). (Mozes)

LAMPUNG TENGAH – Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Loekman Djoyosoemarto mengapresiasi jiwa sosial yang dilakukan para pengurus Panti Sosial Yayasan Srikandi, Kecamatan Bandar Surabaya, Lamteng.

Hal ini diketahui saat Bupati didampingi Kepala Dinas Sosial Zulfikar Iwan melakukan kunjungan ke Panti Srikandi, Kamis (28/2/2019). Ditempat itu, Bupati meninjau kamar-kamar penghuni dan berdialog dengan para relawan Yayasan.

Yayasan Srikandi merupakan panti tempat menampung orang-orang terlantar, orang dengan gangguan jiwa, korban narkoba, dan lansia.

“Ini perlu di apresiasi. Saya terharu, artinya diantara kita ini masih ada orang yang berhati mulia, merelakan waktu dan fikirannya untuk membantu orang yang betul-betul membutuhkan,” kata Loekman.

Sebagai bentuk apresiasi dan kepedulian Pemkab setempat terhadap Yayasan Srikandi, pihaknya akan memasukan anggaran untuk Yayasan tersebut ke dalalam APBD Lamteng. “Selama itu tidak menyalahi aturan, saya bersama Dinas Sosial akan memperjuangkan anggaran untuk Yayasan ini,” pungkasnya.

Menurut Loekman, kinerja yang dilakukan seluruh pengurus yayasan itu menjadi suatu pembelajaran bagi dirinya, bahwa hidup itu harus saling berbagi dan memahami. “Tidak ada manusia yang sempurna, yang bisa hidup sendiri. Artinya kita tidak boleh sombong, dan lupa diri, kedepan mudah-mudah kita bisa menjadi orang yang berguna,” ungkapnya.

Sementara itu pendiri Yayasan Srikandi Ismiati mengatakan Yayasan yang dikelolanya itu mulai digunakan sejak 2008 lalu. Saat ini jumlah pasien yang ada ditempat itu 31 orang.

“Luasan lahannya satu hektare lebih. Pasiennya setiap satu minggu sekali pasti berubah, untuk saat ini 31 orang,” kata Ismiati.

Pasien yang berada di Yayasan ini kata Ismi tidak dipungut biaya. Dalam sehari ia mengaku harus menyiapkan sedikitnya 50 kilo gram beras. Untuk biaya operasioanal setiap hari kata Ismi dari pribadi Yayasan dan juga bantuan, para dermawan.

“Kita disini dibantu 12 orang relawan untuk mengurus seluruh pasien,” ungkapnya. (Mozes)

Ismi menambahkan, pasien yang berada di Yayasan itu diberikan keterampilan oleh oara relawan.”Yang remaja kita sekolahkan, ada yang kita ajarkan bertani, dan menjahit. Jadi sesuai dengan keahliannya,” jelasnya.

Terkait rencana Bupati memasukkan anggran untuk Yayasan itu, Ismi mengucapkan terimakasih. Menururnya selama ini bantuan sudah ada setiap tahun melalui Dinsos.

“Atas nama Yayasan kami ucapkan terimakasih, atas niat baik pak Bupati, karena anggran ini pasti sangat berguna sekali untuk pasien kami di sini,” ucapnya.

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: