Lampung Utara News

Ditembak dan Dipenjara Namun Tak Bersalah, Marbot Masjid Tuntut Negara Ratusan Juta

Dalam sidang perdana Pra Peradilan yang digelar di PN Kotabumi dengan hakim tunggal Imam Munandar, M. Idran Fran bersama timnya menyerahkan permohonan pra peradilan ganti rugi tersebut kepada Majelis Hakim serta kepada termohon I dan termohon II. (Adi Susanto)

LAMPUNG UTARA – Oman Abdurohman (51), menuntut Negara Rp 322 Juta atas tuduhan dan penangkapan dirinya  yang dituding terlibat perampokan di rumah Budi Yuswo Santoso alias Haji Nanang, di Dusun V, Dorowati Desa Penagan Ratu, Kecamatan Abung Timur, Kabupaten Lampung Utara (Lampura) pada 11 Juni 2017.  Oman yang kesehariannya sebagai pengurus masjid ini juga mengalami luka tembak dibagian kaki ketika ditangkap petugas pada 22 Agustus 2017 silam.

Saat persidangan di Pengadilan Negeri Kotabumi Lampung Utara, Majelis Hakim dalam putusannya Nomor 15/Pid.B/2018/PN tanggal 7 Juni 2018 menyatakan, Oman tidak bersalah dan dibebaskan dari segala tuntutan. Proses terus berlanjut hingga kasasi di tingkat Mahkamah Agung. Dimana akhirnya Mahkamah Agung (MA) tetap menyatakan Oman tidak bersalah.

Oman yang tak lain Warga Kampung Sangereng, Dusun Telaga, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten ini juga sekitar 10 bulan harus merasakan dinginnya di dalam penjara. Melalui kuasa hukumnya M. Idran Fran mengajukan permohonan Pra Peradilan Ganti Kerugian kepada pemerintah Republik Indonesia dalam hal ini Kepolisian sebagai termohon I, pihak Kjekasaan sebagai termohon II, dan Ditjend Perbendaharaan Provinsi Lampung ditembuskan juga kepada Kepala Kantor  Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) selaku turut termohon.

Dalam sidang perdana Pra Peradilan yang digelar di PN Kotabumi dengan hakim tunggal Imam Munandar pada Selasa 11 Juni 2019 itu,  M. Idran Fran bersama timnya menyerahkan permohonan pra peradilan ganti rugi tersebut kepada Majelis Hakim serta kepada termohon I dan termohon II.  Atas adanya permohonan tersebut, termohon I dan termohon II berencana akan memberikan jawaban pada sidang berikutnya.

“Kami meminta agar hakim menyatakan bahwa Temohon I, telah salah tangkap, dan salah tahan  terhadap diri Pemohon (Oman). Selain itu, bahwa Temohon II telah salah tahan, salah adili dan salah tuntut, terhadap diri Pemohon. Selanjutnya, termohon I dan termohon II  membayar uang sebesar kerugiannya Nyata/Material dan Immaterial atas diri Pemohon (Oman) sebesar Rp 322 juta,” ujar M Idran Fran usai menjalani persidangan.

“Apabila Hakim Pengadilan Negeri Kotabumi berpendapat lain, Pemohon  mohon kirannya memberikan putusan berupa penetapan, yang menurut Pengadilan dalam peradilan yang baik adalah patut dan seadil-adilnya (ex aequo et bono),” kata dia lagi.

Menanggapi adanya gugatan tersebut, Ipda Edwin yang mewakili termohon I enggan memberikan keterangan kepada awak media.

”Saya Silahkan saja temui bagian humas (Polres Lampura),” ujarnya.

Senada diungkapan Dian yang mewakili termohon II.

”Kalau ingin informasi, silahkan temui Kasi Intel atau Kasi Pidum (Kejaksaan), karena kami tidak punya wewenang,” kata Dian seraya mengatakan akan ada
sidang akan digelar besok dengan agenda mendengarkan jawaban atas permohonan yang diajukan pemohon. (Adi)

IKLAN

IKLAN

DAPATKAN PROFIT JUTAAN RUPIAH

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN