Metro Nasional News

Dr. Edi Ribut Luncurkan Buku “Distortion Between Dogma And Democracy System”

KH Gus Aam Wahab Hasbullah Dhuriyah cucu Pendiri NURais Am KH Wahab Hasbullah menjadi salah satu inspirator penulisan buku Distortion Between Dogma And Democracy System. (Ist)

Tabikpun.com – Penasehat Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Forum Bela Negara (FBN) Kementerian Pertahanan Republik Indonesia Dr. Edi Ribut Harwanto S.H.,M.H., meluncurkan buku ke-empat berjudul Distortion Between Dogma And Democracy System berisi 135 halaman.

Buku yang ditulis sejak enam bulan lalu ini, berisi tentang paradigma yang didasarkan pada aspek dogma dan teologis dengan di rekontruksikan pada realitas empiris kehidupan moderen era melenial.

Menurut Dr. Edi Ribut Harwanto S.H.,M.H., yang juga menjabat Kepala Laboratorium Fakultas Hukum Universitas Muhamnadiyah Metro, ide dasar penulisan buku ke-empatnya ketika dirinya berkhalwat dibeberapa pondok pesantren di Jawa Timur. Satu diantara sumber inspirasi buku ini adalah KH Sollahudin Wahid Gus Solllah Pimpinan Ponpes Tebu Ireng Jambang.

Penulis mengkombinasikan paradigma kontruktifism dalam catatan tulisan dengan sudut pandang pokok disandarkan pada keberlakuan hukum alam dari filsuf Socrates, Plato, Aristoteles, dengan disingkronisasi filsuf Islam Al-Kindi Al Gazali dan lain-lain. Penulis juga mengurai munculnya prilaku tersembunyi pemikiran sekularisme yang mencoba melakukan dikotomi antara dogma theologi dengan pemerintahan politik dan kehidupan sosial.

Dari irama penulisan awal hingga akhir, di dalam buku ini penulis menemukan novelty novelty baru, yang sengaja tidak disingkap melalui sebuah hipitesa hipotesa tertulis, namun sengaja agar Penulis membiarkan bebas mengalir dalam dinamika berpikir oleh pembaca, selanjutnya mampu terangsang dan menggerakan untuk membuat kesimpulan dalam qolbunya dan diamalkan ilmu yg didaptnya.

Penyimpangan perilaku dan moralitas umara, ulama dunia dan rakyat terjadi era milenial ini akibat perilaku diam diam akibat pengaruh paham sekularisme dalam bentuk perbuatan. Pejabat melakukan korupsi uang negara, rakyat terima suap dalam pelaksanaan demokrasi itu wujud kerusakan moral akibat meninggalkan ajaran dogma.

“Semoga buku kecil yang saya tulis bermanfaat dan menyumbangkan ilmu pengetahuan untuk umat dan dalam rangka melaksanakan tridarma perguruan tinggi,” harap Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat LBH Partai Berkarya

Menurut Edi yang juga pakar Hukum Pidana Ekonomi dan Hak kekayaan Intelektual Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Metro, buku yang ditulis merupakan refleksi catatan kehidupan akhir zaman menurut sumber dari hukum Allah Al quran dan Hadist dengan melihat indikator realitas empirisnya.

Uraian hukum alam menjadi titik sentral dalam penulisan buku ini, sebagai landasan pokok untuk memulai mengaji secara pengindraan empiris, penajaman intuisi, pemanfaatan akal pikiran dan menjadikan wahyu Allah sebagai hukum tertinggi. (Rilis)

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: