Metro News

Drainase ‘Buruk’ Diduga Jadi Penyebab Banjir di Hadimulyo Barat

Penampakan Jalan Lukman Tanjung RT 27 RW 06, Kelurahan Hadimulyo Barat, Kec. Metro Pusat saat hujan deras yang berlangsung lama. (Arby Pratama)

Metro – Lagi-lagi, banjir mampir di Jalan Lukman Tanjung RT 27 RW 06, Kelurahan Hadimulyo Barat, Kec. Metro Pusat. Selain intensitas hujan yang tinggi, buruknya saluran drainase diduga menjadi faktor utama terjadinya banjir di wilayah tersebut.

Hermansyah (34) menyampaikan, wilayahnya kerap menjadi langganan banjir setiap kali hujan dengan intensitas tinggi mengguyur.

“Bila hujan turun dengan deras dan sampai 2 jam lebih pasti banjir. Lihat saja saat ini lagi hujan dan lumayan deras, ini saja bisa tingginya sekitar 70 centimeter di depan rumah, dan ini sampai masuk ke dalam rumah. Gimana yang titik terendahnya. Itu kalau setiernya (Drainase,Red) lancar enggak cetek kaya gini ya enggak akan banjir,” keluhnya, Senin (19/02/18).

Ia mengaku, genangan semacam itu telah berlangsung lama dan menjadi momok bagi warga setempat selama saluran drainase belum diperbaiki.

“Kalau tahun-tahun sebelumnya nggak sampai masuk dalam rumah, ini yang bikin parah kan karena perumahan makin padat, apalagi ini dataran rendah terus saluran irigasi yang berada di belakang rumah kami tidak dapat menampung banyaknya debit air yang begitu banyak, makanya timbul genangan ini,” ungkapnya.

Senada diutarakan Jamin, ia meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Metro dapat memperhatikan lingkungan sekitar jalan Lukman Tanjung, guna mencari solusi dalam menanggulangi timbulnya genangan air.

“Kita sebagai masyarakat di sini, mohon kiranya kepada pemerintah kota Metro untuk dapat nengatasi permasalahan banjir yang selalu menghantui kami. Dulu sudah pernah dari dinas PU dan Anggota Dewan meninjau lokasi pada akhir tahun 2016 lalu dan kata mereka nanti pada anggaran tahun 2017 akan di realisasikan permintaan kami untuk mengeruk drainase dan membuat saluaran air pada rumah yang belum memilikinya, tapi sampai sekarang belum ada yang terlaksana,” kata Jamin.

Jamin mengaku, terahir dirinya bersama warga bergotong royong melakukan pengerukan drainase tersebut pada 2010 lalu.

“Biasanya setiap tahun irigasi di keruk, itu sudah lama sekali dan saat ini belum ada pengerukan kembali, kami mohon kepada pemerintah atau dinas yang terkait untuk dapat membantu kami dalam menangani masalah banjir yang selalu kami hadapai setiap datangnya hujan,” pintanya.

Sementara itu Kabid Pengairan PTUR, H. Suparman mengaku akan melakukan peninjauan ke jalan lukman tanjung. “Iya Insyaallah besok kami akan meninjau langsung lokasi terjadinya banjir, akan kita lihat apa penyebab trjadinya banjir tersebut,” jelasnya saat di konfirmasi melalui WhatsApp, Senin, (19/02/2018). (Ap)

 

IKLAN

iklan lambar

IKLAN POLITIK

iklan road to senayan

DAPATKAN PROFIT JUTAAN RUPIAH

IKLAN

iklan lambar-001

IKLAN

iklan lambar-001

IKLAN

iklan HUT lambar

IKLAN

iklan lambar dishub