News Pringsewu

Gegara Marahan, ABG Asal Pringsewu Sebarkan Foto Syur Kekasih

Terduga pelaku pencabulan dan penyebaran video porno di media sosial berinisial ASN saat memberikan keterangan dihadapan penyidik. (Nanang)

PRINGSEWU – Satreskrim Polsek Sukoharjo diback up Satreskrim Polres Pringsewu mengamankan pemuda berinisial ASN (15). ABG ini dibekuk lantaran diduga melakukan pencabulan anak di bawah umur dan penyebaran konten porno ke media sosial.

Warga Kecamatan Adiluwih, Pringsewu ini diduga mencabuli RA (13) seorang siswi yang berstatus sebagai pacar tersangka. Tersangka juga menyebarkan foto bugil kekasihnya ke Facebook karena sedang bertengkar.

Kapolsek Sukoharjo Iptu Musakir, SH., mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri, SIK., pelaku diringkus di kediamannya, Rabu (27/5/2020) sekitar pukul 23.30 WIB. Petugas juga mengamankan barang bukti berupa satu unit HP merk Samsung type J1 mini Prime warna silver yang dipergunakan untuk menyebarkan konten pornografi.

“Korban dan pelaku berkenalan pada awal tahun 2020 melalui media sosial Facebook. Dari situ keduanya mulai intens melakukan hubungan komunikasi melalui media sosial Facebook maupun WhatsApp. Akhirnya terjadi tindak pidana pencabulan yang disertai persetubuhan dan penyebaran konten pornografi (screensoot foto bugil korban) ke media sosial FB,” katanya, Jumat (29/5/2020).

Dari pengakuan tersangka, lanjut dia,  sudah dua kali melakukan perbuatan cabul disertai persetubuhan terhadap korban. Pertama pada akhir April 2020 sekitar pukul 13.30 WIB di kebun milik warga Pekon Sukoharjo, Kecamatan Sukoharjo, kedua awal Mei 2020 sekitar pukul 19.30 WIB di area Gedung TK wilayah Kecamatan Sukoharjo.

“Foto bugil didapat tersangka saat video call dengan korban, dimana tersangka meminta korban membuka pakaian kemudian di screenshot dan disimpan. Saat tersangka dan korban bertengkar pada pertengahan Mei 2020 sekitar 13.00 WIB screenshot itu disebar melalui media sosial Facebook milik korban,” tambahnya.

Ia menambahkan, pelaku bisa memposting menggunakan akun korban kerena saat berpacaran keduanya bertukar informasi user dan password Facebook. Sedangkan korban mau dicabuli tersangka lantaran dijanjikan akan dinikahi.

“Terhadap pelaku akan dijerat pasal 76D jo pasal 81 ayat (1) (2) dan pasal 76E jo pasal 82 ayat (1) UU No 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU no 23 tahun 2002 tentang Perlindungan anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan hukuman maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya. (Nanang)

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: