Metro News

HKP Jadi Panggung Dispusarda Wujudkan Ambisi Tingkatkan Minat Baca di Kota Pendidikan

Kadispusarda Kota Metro Syacri Ramadhan memberikan gambaran kegiatan pada rapat persiapan HKP. (Misaf)

METRO – Membaca merupakan sirkulasi arus informasi, gagasan akan menemukan kesesatan bila tak menemukan jalan keluar Dispusarda. Untuk terbebas dari kepandiran, kuncinya tak lain harus belajar.

Metode pembelajaran tak melulu tentang berada dalam kelas dengan tatap muka guru dan murid, sebab belajar tak setegang layaknya ketika ereksi. Belajar bisa dimulai salah satunya dengan membaca.

Seperti membaca peluang misalnya, dimana hasrat kuat menyelimuti akal dalam mendapatkan suatu gambaran yang diinginkan saat membaca peluang. Sebelum masuk ke ranah itu, baiknya bisa dimulai dari banyak-banyak membaca buku supaya tidak mengalami ejakulasi dini.

Membaca akan menuntun pada jendela dunia untuk melihat gambaran dan cara kerja dunia, dan mengantarkan kita menuju pintu masuk kecerdasan intelektual yang membentuk pribadi menjadi bijaksana.

Budaya literasi harus dibangun kembali dengan penuh warna serta inovasi, agar mudah menarik muda-mudi untuk menggemari literasi. Layaknya ikhtiar yang terus dikembangkan Dinas Perpustakaan Daerah (Dipusarda) Kota Metro untuk menangguhkan Kota Metro sebagai Kota Pendidikan. Bukan hanya sekadar julukan, tetapi kenyataanya gagal membumikan visi yang secara lantang terus gaungkan setiap sambutan pada seremoni.

Pemerintah Kota (Pemkot) Metro melalui Dispusarda kembali akan menyelenggarakan berbagai kegiatan pada peringatan Hari Kunjung Perpustakaan (HKP) dan Bulan Gemar Membaca pada September 2019 mendatang. Dalam kegiatan tersebut, Dipusarda mengusung tema Perpustakaan Berbasis Ingklusi Sosial.

Gerakan tersebut merupakan salah satu upaya yang dilancarkan Dipusarda dalam menempatkan martabat dan kemandirian individu sebagai modal utama untuk mencapai taraf hidup yang ideal. Melalui inklusi sosial, program Dipusarda mampu mendorong agar seluruh elemen masyarakat dan komunitas mendapat perlakuan yang setara dan memperoleh kesempatan sama sebagai warga negara negara, terlepas dari perbedaan apapun.

Kepala Dispusarda Kota Metro Syachri Ramadhan mengatakan, varian kegiatan pada HKP nanti merupakan bentuk promosi perpustakaan dengan berbagai fasilitasnya guna mendorong peningkatan minat budaya baca masyarakat. Selain itu, upaya tersebut merupakan bagian dalam menjadikan perpustakaan sebagai katalisator budaya dengan pendekatan pelayanan perpustakaan yang secara penuh berkomitmen meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat pemustaka melalui transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.

“Direncanakan untuk gelaran tahun ini, selain menyelenggarakan kegiatan seperti tahun lalu, akan diadakan beberapa kegiatan yang belum pernah dilaksanakan di tahun sebelumnya,” kata Syachri usai rapat persiapanan HKP di Kafe Mama, Senin (12/8/2019).

Berbagai kegiatan akan mewarnai HKP, seperti gerakan donasi buku dengan tagline menggunakan bahasa Lampung ‘Jukpaibukumeu’ yang memiliki arti ‘beri dulu buku mu’ dalam bahasa Indonesia. Ada juga talkshow dengan beberapa tema, diantaranya tentang ekonomi kreatif, tema literasi yang secara khusus direncanakan akan menghadirkan tokoh literasi nasional yang dikenal dengan nama pena Gol A Gong, dan masih banyak lagi tema yang diangkat dalam talkshow tersebut.

“Kegiatan talkshow diharapkan dapat memberikan motivasi dan menginspirasi masyarakat berkaitan dengan literasi cara luas yang menyesuaikan tema masing-masing,” harap Syachri.

Akan ada banyak jenis kegiatan pendukung seperti pentas seni lainnya, bazar buku dan bedah buku dengan menggandeng penerbit buku secara langsung, pameran foto arsip bernilai sejarah, photo booth, pameran sketsa, dan lain-lain. Di hari puncak, juga akan ada gelaran 100 meter lorong lapak baca yang akan sedikit berbeda dengan tahun lalu, karena selain lapak baca yang berisi bahan bacaan, lapak baca tersebut merupakan bagian dari inklusi sosial yang lebih menampilkan produk hasil literasi.

“Dengan diselenggarakannya kegiatan ini, selain mendukung terwujudnya Kota Metro sebagai Kota Pendidikan, juga sekaligus bentuk dorongan dalam terwujudnya masyarakat Kota Metro menjadi masyarakat pembelajar dan menjadikan perpustakaan sebagai katalisator perubahan budaya. Yang pada hakikatnya dapat mengubah kultur serta perilaku masyarakat berkemajuan. Serta diharapkan kedepannya kegiatan ini dapat menjadi agenda dan event tahunan pemerintah Kota Metro,” pungksanya. (Msf)

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

DAPATKAN PROFIT JUTAAN RUPIAH

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

%d blogger menyukai ini: