Lampung Timur News

Penyaluran BPNT di Desa Tulung Balak Diduga Langgar Mekanisme

Sekretaris Dinsos Lamtim Darmuji mengecek kualitas beras di salah satu warung Desa Tulung Balak. (Hadi)

LAMPUNG TIMUR – Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Tulung Balak Kecamatan Batang Hari Nuban Lampung Timur (Lamtim) diduga langgar aturan. Karena disalurkan oleh tempat yang tidak berlogo E-Warung, namun BRI-Link.

Menyikapi dugaan tersebut, Dinas Sosial (Dinsos) Lamtim langsung mendatangi Sukino pemilik BRI-Link di Desa Tulung Balak Kecamatan Batang Hari Nuban, tepatnya Jalan Raya Simpng NP. Sekretaris Dinsos Lamtim Darmuji menerangkan, penyaluran BPNT 2019 di desa setempat diduga tidak berizin, dan mekanisme penyaluran bantuan tidak memenuhi syarat-syarat.

“Sejak 2018 kita sudah menunjuk Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan menjadi ujung tombak penyaluran BPNT ini. Namun dalam realisasinya Rustan Effendi selaku TKSK Batanghari Nuban tidak difungsikan dalam pencairan tersebut. Karena pencairan dana BPNT, Sukino telah ada MoU dengan Bank Mandiri sebagai kapasitor pencairan dana. Saat ini sudah sekitar tiga sampai empat desa yang menukarkan dengan beras dan telur di tempat Sukino,” ungkap Darmuji.

Sementara Ketua E-Warung Desa Tulung Balak Ngatemen menyebut bahwa sudah ratusan masyarakat menanyakan tentang kapan pembagian BPNT akan dimulai bagi penerima Keluarga Penerimaan Manfaat (KPM). “Sudah sekian banyaknya warga menanyakan, kapan pembagian BPNT, dan saya jawab Sukino sabar masih tahap validasi data,” ulas Ngateman.

Sebelumnya, petugas terkait sudah dikumpulkan untuk menerima Mesin Edisi (EDC) di Kecamatan pada April tahun 2018. Tetapi Mesin Edisi (EDC) pada Juni 2019 saat dicoba mesin tersebut tidak bisa dipergunakan.

“Masyarakat tidak bisa menggunakan karti BPNT disembarang tempat. Harus ada logo E-Warung di tempat penukaran tersebut. Karena syarat utama pencairan BPNT harus melalui E-Warung. Dan saya tegaskan, bahwa yang mempunyai dana adalah pemerintah bukan Bank Bank Mandiri,” tegasnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar mencairan BPNT di warung berlogo E-Warung, bukan pengambilan uang disembarang tempat seperti di BRI-LINK. Jika ada tempat tanpa logo E-Warung menawarkan diri sebagai tempat pencairan BPNT, masyarakat bisa melaporkannya ke Satgas Pangan Polres agar bisa diproses hukum.

“Kami akan uji lab telur dan beras yang tersedia di tempat Sukino ini. Agar diketahui apakah sudah layak konsumsi atau tidak,” tukasnya. (Hadi)

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

DAPATKAN PROFIT JUTAAN RUPIAH

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

%d blogger menyukai ini: