Lampung Tengah News

Ini Pemicu Polisi Tembak Polisi di Lamteng

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwan Pandora Arsyad, MSi., didampingi Kapolres Lampung Tengah AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya SIK., MSiz., Kabag Ops Kompol HD Pandiangan Kasi Propam IPTU Eko Hery Susanto menunjukkan barang bukti saat konfrensi pres, senin (5/9/2022). (Mozes)

LAMPUNG TENGAH – RS Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Way Pengubuan Polres Lampung Tengah (Lamteng), dipastikan menembak rekan kantornya AK hanya karena dipicu rasa iri dan dengki.

Hal itu dijelaskan oleh KABID Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwan Pandora Arsyad MSi., didampingi Kapolres Lamteng AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya SIK., MSiz., Kabag Ops Kompol HD Pandiangan Kasi Propam IPTU Eko Hery Susanto dan Kanit Resum  IPDA Pande Putu Yoga sTr, Senin (5/9/2022).

Menurutnya, tersangka AIPDA RS (39) ,  Anggota Polsek Way Pengubuan, melakukan penembakan terhadap AIPDA AK (41) yang juga anggota Bhabinkamtibmas Polsek Way Pengubuan karena dipicu ketersinggungan.

Pandra mengatakan, berdasarkan keterangan pelaku, bahwa korban sering menggunjing dan menjelek-menjelekan dirinya dan keluarganya. Sehingga mengakibatkan tersangka emosi.

“Pelaku melihat sendiri di grup WA, bahwa korban mengatakan istri korban belum membayar arisan online,” jelasnya.

Sementara Kapolres Lamteng AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya menjelaskan, setelah membaca di group WA, tersangka selalu memikirkan korban.  Kebetulan malam itu tersangka sedang piket  di kantor. Pelaku ditelpon oleh istrinya karena sakit panas sehinga RS memutuskan untuk pulang.

“Disaat perjalanan pulang, tersangka  mengingat omongan korban, yang sering menjelek-jelekan dirinya,” ujarnya.

Saat itulah, sambung Kapolres, pelaku memutuskan untuk mendatangi rumah korban. “Saat tiba di rumah korban AK, ternyata korban sedang duduk di depan rumah. Pelaku memanggil korban. Saat korban hendak membuka gerbang untuk mendatangi pelaku,” katanya.

Ternyata, lanjut Kapolres, pelaku langsung menembakan senjatanya. Satu kali tembakan tepat mengenai dada kiri korban. Korban sempat berlari masuk ke rumah, namun korban terjatuh tepat di depan anak istrinya.

“Korban sempat dibawa ke rumah sakit, oleh kekuaraga dan tetangga korban namun sayang nyawanya sudah tidak tertolong lagi,” katanya.

Kabid Propam Kombes Pol Pandra menambahkan, pelaku berhasil ditangkap di rumahnya dua jam setelah kejadian. Kepada pemeriksa, pelaku mengakui perbuatanya. Pelaku tegas menembak rekanya karena didasari dendam lama.

Pelaku diancama dengan pasal 338 KUHPidana dengan ancaman 15 tahun penjara. Juga dibidik menggunakan kode etik Pilri, dengan ancaman hukuman di pecat dengan tidak hormat (PTDH). Saat ini korban sedang menjalani visum et repetum dan autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Polri. (Mozes)

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: