Advertorial Bandar Lampung

Komisi VI DPRD Provinsi Godok Raperda Pengakuan dan Perlindungan Adat Lampung  

Anggota Komisi VI DPRD Lampung, Watoni. (Ist)

BANDAR LAMPUNG – Konflik perselisihan sengketa lahan antara pengusaha dan masyarakat adat masih terjadi di Provinsi Lampung. Contohnya saja di wilayah Register, Mesuji.

Untuk meminimalisasi potensi itu, Komisi VI DPRD Lampung menggodok Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tentang Pengakuan dan Perlindungan Adat Lampung.

Menurut Anggota Komisi VI DPRD Lampung, Watoni, raperda usul inisiatif ini sebagai bentuk tindak lanjut lantaran pihaknya melihat sejumlah kasus sengketa lahan antara masyarakat adat dan penguasa.

“Biasanya ada kasus sengketa lahan antara masyarakat adat dan penguasa. Nah, untuk menyiasati hal itu maka kami akan membentuk hal tersebut,” ujarnya dilansir dari Lampungone.com, Senin (7/7/2020).

Dia menilai, memang sudah waktunya Provinsi Lampung mengantongi regulasi hal tersebut. Sebab hingga saat ini belum ada regulasi khusus untuk melindungi hak masyarakat adat.

“Jadi nantinya dalam perda itu bakal mengatur, sejumlah ketentuan yang harus dilakukan pengusaha dan masyarakat adat lakukan, ini dilakukan supaya tak ada konflik kembali,” kata dia.

Seperti pembagian hasil yang diperoleh pengusaha jika melakukan aktivitas ekonomi menggunakan lahan masyarakat adat.

“Jadi sebelum memakai lahan masyakat adat, pengusaha harus melakukan diskusi terlebih dahulu, seperti nego-lah, supaya penggunaan lahan itu tidak menimbulkan konflik,” ungkapnya.

Kendati begitu, penyelesaian perda ini diproyeksikan rampung pada tahun ini. Agar sejumlah poin yang berada didalam pasal itu dapat diimplememtasikan. (Adv)

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: