Pringsewu – Sejumlah kalangan merasa kecawa dengan kualitas pembangunan jalan onderlagh di Pekon Keputran Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Pringsewu. Menelan anggaran hingga ratusan juta, pembangunan yang pekerjaannya memberdayakan masyarakat dinilai asal jadi.
Seperti diutarakan Camat Sukoharjo Joko Supriono, menurutnya, kualitas pembangunan jalan onderlagh di Pekon Keputran yang telah rampung dikerjakan jauh dari harapan. Ia pun telah meminta agar Kepala Pekon Keputran dapat memperbaiki pekerjaan tersebut.
”Saya sangat kecewa dengan hasil kerjaan yang sangat buruk seperti ini. Kakon Keputran Dwu Supriyadi pun sudah saya minta untuk memperbaiki,” tegasnya saat ditemui di Kantor Kecamatan Sukoharjo, Selasa (21/8/2017).
Buruknya pembangunan jalan onderlagh di Pekon Keputran dirasa telah mencoreng citra Kecamatan Sukoharjo. Terlebih Kepala Pekon yang merangkap sebagai supplier material.
“Kepala Pekon merangkap jadi suplayer itu sangat-sangat tidak dibenarkan. Karena keterkaitan dengan ketransparanan dalam pengelolaan anggaran. Memangnya tidak ada masyarakat lain yang bisa menjadi suplayer?,” ungkap Joko.
Senada diutarakan warga setempat yang mengaku kecewa melihat hasil pembangunan jalan tersebut. Ia pun mempertanyakan, mengapa pembangunan jalan di daerah lain sangat memuaskan kontras dengan hasil pembangunan di daerahnya.
”Saya sangat kecewa sekali dengan hasil pengerjaan seperti ini mas. Di sana bagus, di sana bagus, tapi kenapa kok yang ini berbeda. Harapan saya sebagai warga tolong dibenahi, jangan bangun asal-asalan,” ungkap warga yang enggan menyebutkan namanya.
Terpisah Kakon Keputran Dwi Supriyono mengaku pembangunan jalan onderlagh itu telah sesuai spesifikasi dan Rencana Umum Pengadaan (RUP).
“Pekerjaan itu sudah sesuai spek dan RUP. Jadi saya rasa tidak ada masalah. Pengerjaan juga dilaksakan oleh masyarakat lingkungan itu sendiri. Saya yakin kalau masyarakat saya tidak ada yg kecewa dengan hasil pembangunan di pekon kami ini,” katanya selepas memenuhi panggilan camat, Selasa (22/8/2017).
Pantauan di lokasi, hasil pengerjaan digadang Kakon Keputran telah sesuai spesifikasi dan RUP berbanding terbalik dengan kenyataan di lapangan. Seperti banyaknya batu-batu yang bertebaran tidak tersusun rapih semakin membuat pekerjaan tersebut terkesan asal jadi. (Nanang)















Add Comment