Lampung Tengah News

Langgar UU LH, DPRD Lamteng Rekomendasikan PT. SBK Ditutup

Komisi I dan II DPRD Lamteng saat sidak PT. Sinar Bambu Kencana (SBK) didampingi warga  Kampung Buyut Udik, Jumat (24/1/2020). (Mozes)

LAMPUNG TENGAH – DPRD Lampung Tengah (Lamteng) merekomendasikan Satpol PP untuk segera menutup sementara PT. Sinar Bambu Kencana (SBK). Pasalnya, pabrik kertas tersebut melanggar UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup (LH).

Rekomendasi itu dilayangkan setelah Komisi I dan II melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pabrik yang beroperasi di Kampung Buyut Udik dan menemukan banyak pelanggaran.

Anggota Komisi I Agus Triono mengatakan, PT. SBK memaksakan diri untuk beroprasional, sedangkan perusahaan tersebut belum layak digunakan. Seperti bangunan yang tidak berlegalitas dan mencemari sungai, artinya melanggar Undang-Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang LH.

“Ada pencemaran limbah ke sungai yang sangat fatal dan keselamatan tenaga kerja. Seperti tidak diberikan sabuk keselamatan. Juga ada bahan baku dan prodak yang ditempatkan dalam satu ruangan. Padahal dua hal itu mudah terbakar. Sangat dipaksakan beroperasi,” ungkapan usai sidak, Jumat (24/1/2020).

Kesempatan yang sama, Kabid Penegak Peraturan Perundang-undangan Satpol PP Lamteng Sujito mengaku siap melaksanakan rekomendasi DPRD. “Kami akan segel pabrik ini sementara, akan dibuka kembali jika sudah terpenuhi legalitas,” tegasnya.

Kepala Kampung Buyut Udik Ibnu Hajar didampingi warga setempat yang turut hadir memantau sidak DPRD Lamteng menyebut bahwa hasil sidak merupakan bukti bahwa pabrik tersebut tidak bermanfaat bagi warga setempat.

“Anggota DPRD sudah lihat sendiri, pabrik ini berdiri di kampung kami sudah lama tidak ada manfaatnya untuk warga. Kami meminta pihak terkait segera melakukan tindakan tegas agar pihak perusahaan tidak selalu membodohi warga,” pungkasnya.

Sementara Direktur PT. SBK Sony Darmali mengakui bahwa perusahaanya belum layak beroperasi. Ia pun siap menghentikan aktivitas pabrik hingga legalitas perusahaan sudah terpenuhi. (Mozes)

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: