Lampung Tengah News

Modus Belikan Permen, SR Tega Cabuli Bocah SD Anak Tetangganya

SR tersangka kasus pencabulan siswa SD kini mendekam di Polsek Punggur. (Mozes)

LAMPUNG TENGAH – Pencabulan anak dibawah umur kembali terjadi Lampung Tengah (Lamteng). Perbuatan bejat tersebut kali ini menimpa QD (11) warga Kecamatan Punggur yang masih duduk di bangku SD kelas V.

Percabulan dilakukan oleh tetangga korban berinisial SR. Pelaku berhasil ditangkap aparat setelah ibu korban berinisial SS (44) melaporkan perbuatan tersebut ke Polsek Punggur.

Kapolsek Punggur AKP Asril mewakili Kapolres Lamteng AKBP I Made Rasma Jemy menerangkan, ibu korban melaporkan perkara tersebut, Senin (7/10/2019). Laporan pun langsung ditindaklanjuti dengan mengumpulkan bukti dan meminta keterangan sejumlah saksi.

”Tersangka kita amankan, Senin (7/10/2019) malam,” bebernya, Rabu (9/10/2019).

AKP Asril menambahkan, kronologis pencabulan tersebut bermula saat pelaku mengedarai motor di sampung rumah korban pada, Minggu (6/10/2019) sekitar pukul 16.30 WIB. “Tersangka memanggil korban seraya melambaikan tangan, ‘Nduk sini-sini ikut Pak De jalan-jalan ke sekolah’,” katanya meniru pengakuan pelaku.

Korban kemudian ikut dan dibonceng berputar-putar naik motor. Tersangka kemudian berhenti di rumah kosong.

“Tersangka mengatakan kepada korban, ‘Kawin dulu nanti baru kamu boleh pulang’. Tersangka masuk ke rumah kosong disusul korban. Korban pun dicabuli. Setelah dicabuli, tersangka mengancam. ‘Jangan bilang sama mamak, nanti Pak De pukul!’. Korban pun pulang jalan kaki,” ucap Asril.

Kejadian pencabulan ini, kata Asril, sebelumnya juga pernah dilakukan tersangka terhadap korban pada, Jumat (9/8/2019) sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu korban sedang di teras rumah dipanggil tersangka.

”Pelaku pun mengatakan kepada korban, ‘Ikut saya yuk ke gudang. Nanti saya kasih duit dan permen’. Korban ikut ke gudang. Di gudang tersangka mengajak hal serupa, Kawin dulu sama Pak De Sunar, nanti kalau sudah kawin nanti dikasih uang Rp2.000 dan permen,” kata Asril.

Akibat perbuatan tersebut, lanjut Asril, pelaku akan dijerat Pasal 82 ayat 1 UU RI No. 17/2016 tentang Peraturan Penetapan Pemerintah Pengganti UU No. 1/2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU RI No. 35/2014 Jo Pasal 76 E UU RI No. 35/2014 tentang Perubahan atas UU RI No. 23/2002 Tentang Perlindungan Anak. “Tersangka terancam hukuman 15 tahun penjara,” tukasnya. (Mozes)

 

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

DAPATKAN PROFIT JUTAAN RUPIAH

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: