Advertorial Bandar Lampung

Muklis Basri Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor di Semaka

Anggota Komisi IV DPRD Lampung Hi.Mukhlis Basri tinjau lokasi banjir dan longsor di Kecamatan Semaka, Tanggamus. (Ist)

 

BANDAR LAMPUNG – Musibah banjir dan tanah longsor di Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, Selasa malam lalu menjadi perhatian Anggota Komisi IV DPRD Lampung Hi.Mukhlis Basri. Ia menyebut dalam waktu dekat akan mengundang pihak berwenang untuk mencari solusi sehingga banjir dan longsor di Kecamatan Semaka yang selalu terjadi dapat dihindari.

Hal tersebut diungkapkan Mukhlis saat meninjau langsung pekon terdampak banjir di Kecamatan Semaka usai melaksanakan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) Nomor 1 Tahun 2016 , Tentang Pedoman Rembuk Desa dan Kelurahan dalam Pencegahan Konflik di Provinsi Lampung sekaligus memberikan bantuan sembako bagi masyarakat terdampak banjir, Minggu (9/8/2020).

Menurut Odo Mukhlis sapaan akrabnya, bahwa pihak yang bakal diundang Komisi IV untuk membahas permasalahan banjir di Semaka terdiri dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XIX Lampung, Dinas Pengairan Provinsi Lampung dan Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).

“Semua harus duduk satu meja untuk mencari solusi dari kejadian yang terus berulang ini. Namun sebelum rapat dengan instansi terkait tersebut, saya lebih dahulu rapat internal dengan jajaran Komisi IV DPRD Lampung,” ujar Anggota DPRD dari Dapil Lampung IV itu seperti dilansir Radartanggamus.com.

Dilanjutkannya bahwa berdasarkan pengamatan pada lokasi terdampak banjir ada sejumlah titik tempat mengalirnya air (anak sungai) yang mengalami sedimentasi. Selain itu juga ada jalur baru terbentuk sebagai jalan mengalirnya air dari bukit.

“Ada sekitar enam titik tempat mengalirnya air, terjadi banjir karena air tersebut tidak tertampung lagi di drainase sehingga meluber kejalan. Selain itu air membawa material tanah dari atas bukit, artinya kondisi hutan gundul sehingga tidak bisa menyerap air. Ini harus dicari solusi, misal jalur air yang lama dinormalisasi dan jalur baru ini dibuat drainase dan gorong-gorong sehingga ada pembuangan air dari gunung,” terang Mukhlis.

Selain solusi jangka pendek, terus Mukhlis, dibutuhkannya juga solusi jangka panjang yakni dengan melakukan penanaman pohon di kawasan hutan. ”Kawasan hutan harus dijaga, tanam pohon, begitu sudah banyak kayu dihutan jangan ditebang, sehingga daya serapan air bagus sehingga tidak terjadi longsor dan banjir,” pungkas mantan Sekda Tanggamus itu. (Adv)

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: