Lampung Tengah News

Napi Kabur Dari Lapas Gunung Sugih Diringkus di Jakarta

LAMPUNG TENGAH- Seorang Narapidana Lapas Kelas IIB Gunung Sugih Lampung tengah berhasil diringkus setelah dua hari melarikan diri.

Dimpimpin langsung oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Gunungsugih, Lampung Tengah (Lamteng) Denial Arif. A. Md. IP. SH. MH, serta didampingi Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Ahmad Walid, A. Md. IP. MH berhasil meringkus Iwan (28) Narapidana (Napi) yang sempat melarikan diri dari Lapas beberapa waktu lalu.

Kaburnya narapidana bagian tamping depan (orang kepercayaan lapas) itu saat mendapat perintah untuk mencari pakan ternak kambing pada Selasa 23 Februari 2021 lalu sekira pukul 10.30 WIB.

Kalapas Gunungsugih, Denial Arif mengungkapkan, penangkapan IW berkat kerjasama antara Petugas Lapas Gunungsugih dan jajaran Polres Lamteng, dan Lapas Kalianda serta Badan Intelejen Negara (BIN).

“Dari awal pelarian napi ini, kami langsung berkoordinasi dengan pihak Polres Lamteng. Dan kami juga membagi tim yang terbagi atas lima tim, seluruhnya kita cek, bahkan tidak hanya Polres Lamteng kita juga bekerjasama dengan Polres Lamsel, Lapas Kalianda dan juga dibantu BIN dalam hal pelacakan,” terang Denial.

Setelah mendapat informasi dari BIN, Lanjut mantan Kalapas Kotabumi, Lampung Utara ini, bahwa keberadaan tersangka ada di Jakarta tepatnya di Taman Sari Jakarta Barat (Jakbar).

“Kemudian kami langsung berkoordinasi dengan Polres Lamteng lalu pak Kapolres langsung menghubungi pihak Polsek Taman Sari, dan kami juga berkoordinasi dengan Rutan Salemba untuk bisa memback up, alhamdulillah kami berhasil menangkap kembali tersangka IW ini,” bebernya.

Orang nomor satu di Lapas Kelas IIB Gunungsugih ini juga menjelaskan, bahwa kaburnya napi tersebut dipicu karena cemburu terhadap istrinya yang diduga memiliki laki-laki lain dan juga memiliki permasalahan keluarga, sehingga tersangka melarikan diri dengan memanfaatkan kelengahan petugas.

“Selama ini memang tersangka tidak pernah ada kunjungan dari siapapun karena memang tidak kita perbolehkan. Dan dia murni bekerja sehari-hari di luar tembok dalam bidang pertanian, namun dengan memanfaatkan kelengahan petugas dia berhasil kabur dalam waktu beberapa hari,” katanya.

Diketahui, IW merupakan narapidana yang di vonis 1 tahun 8 bulan atas kasus pencurian dengan pemberatan (curat) itu sempat melarikan diri dari Lapas Kelas IIB Gunungsugih dan berhasil ditangkap kembali dalam waktu yang singkat di kos-kosan istrinya di Jakarta Barat.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka Iwan akan diproses hukum di register F dan tidak mendapatkan hak-haknya sebagai warga binaan, serta menjalani hukuman murni 1 tahun 8 bulan tanpa ada pengurangan apapun, juga secara pisik mendapatkan hukuman kurungan. ( Mozes)

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: