METRO – Wacana Pemerintah Kota (Pemkot) Metro merubah Tugu Pena menjadi Tugu Iqra mendapat atensi dari Pengurus Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PC-KMHDI). Dimana PC KMHDI menyatakan sikap tidak sepakat dengan dibangunnya Tugu Iqra.
Hal itu tertuang dalam surat Nomor 036/B/18.72-KMHDI/I/2022. Surat tersebut perihal pernyataan sikap yang tertuju kepala Wali Kota Metro, Wahdi Siradjuddin, tertanggal 10 Januari 2022.
Berikut Aspek Dasar Penolakan Pembangunan Tugu Iqro:
- PC KMHDI Metro menilai rencana Wali Kota Metro merombak Tugu Pena dan membangunnya kembali menjadi Tugu Pena Iqro akan menimbulkan rasa kecemburuan antar umat beragama, terutama umat beragama non muslim.
-
PC KMHDI Metro menilai rencana Wali Kota Metro merombak Tugu Pena dan membangunnya kembali menjadi Tugu Pena Iqro tidak selaras dengan misi Kota Metro yang “Menciptakan suasana kehidupan Warga yang Rukun dan sejahtera dalam nilai sosial budaya dan nilai keagamaan”.
-
PC KMHDI Metro menilai rencana Wali Kota Metro merombak Tugu Pena dan membangunnya kembali menjadi Tugu Pena Iqro harus berdasarkan aspirasi seluruh lapisan elemen Masyarakat Kota Metro.
-
PC KMHDI Metro menilai masih banyak pembangunan infrastruktur dan icon Pariwisata lainnya yang mangkrak dan perlu perhatian lebih pasca pandemi ini.
Atas hal-hal tersebut, PC KMHDI Metro meminta kiranya Wali Kota Metro untuk mempertimbangkan kembali rencana pembangunan Tugu Pena Iqro, demi terciptanya pembangunan yang berkeadilan untuk masyarakat Kota Metro yang sangat plural.
Ketua Cabang KMHDI Kota Metro, Ketut Wiranto, mengatakan, pihaknya mengeluarkan surat pernyataan sikap karena merasa resah terhadap rencana pembangunan Tugu Iqro yang akan mengakibatkan kegaduhan di tengah masyarakat.
“Selain itu juga, akan mengakibatkan kecemburuan antar umat beragama, terutama umat non muslim,” kata dia saat dikonfirmasi via telepon.
Ketut berharap, Wali Kota mempertimbangkan kembali rencana pembangunan Tugu Iqro tersebut. “Itu demi terciptanya pembangunan yang berkeadilan untuk masyarakat Kota Metro yang sangat plural,” tambah dia.
Terpisah, Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Metro, Amanda Wijaya, mengatakan, terkait perubahan Tugu Pena menjadi Tugu Iqro masih dalam kajian PMII.
“Karena dalam wacana tersebut ada beberapa yang perlu dipertimbangkan. Mulau dari mana perubahan tersebut dari Wali Kota dan atensi perubahan tugu yang dalam sejarah Tugu Pena adalah brand desain dari Kota Metro tersebut,” ucapnya.
Hingga kini, lanjut Manda, masih dalam kajian. Namun yang jelas, PMII pasti akan mengawalnya.
“Karena ini adalah wacana yang akan banyak merubah brand desain dan kultur Kota Metro,” pungkasnya. (Red)















Add Comment