Metro – Belum sudah kesedihan atas musibah kebakaran yang menimpa pedagang hamparan di Pasar Cendrawasih, Jumat (13/4/2018) lalu, kini para pedagang mulai kebingungan mencari tempat berdagang selama ramadan.
Ketua Himpunan Pedagang Kaki Lima (HPKLM) Metro Azwar mengatakan, tidak sedikit kerugian yang harus ditanggung pedagang hamparan di Pasar Cendrawasih akibat kebakaran tersebut. Apalagi kebanyakan pedagang telah menyetok barang di lapak mereka menyambut ramadan.
”Memang ada yang bisa diselamatkan, tetapi 50 persen lebih barang para pedagang habis terbakar. Ditambah kebanyakan pedagang habis belanja mempersiapkan bulan ramadan yang dibeli menggunakan pinjaman di bank. Sekarang barang habis, tempat berdagang tidak ada,” keluhnya usai membersihkan puing bekas kebakaran di Pasar Cendrawasih, Sabtu (14/4/2018).
Ia bersama para pedagang yang lapaknya pun berinisiatif untuk membersihkan puing bekas kebakaran, dengan harapan dapat kembali membangun tempat berdagang menjelang ramadan. ”Senin, perwakilan pengurus HPKLM akan menemui Walikota Metro, meminta izin agar kami bisa kembali mendirikan lapan disini, karena bulan depan sudah ramadan, cuma disini tempat kami mengais rezeki,” imbuhnya.
Menurutnya, meluasnya api dapat dihindari jika petugas pemadam kebakaran sigap. Pasalnya, saat pemadam tidak dan api belum menyebar ternyata air yang ada di dalam mobil pemadam sudah habis, padahal belum lama tiba di lokasi.
”Kami berharap hal seperti itu tidak terulang lagi. Dimana seharusnya dapat dicegah jika persiapan pemadaman maksimal, malah akhirnya seperti ini. Waktu itu api masih belum menyebar, tetapi karena air habis dan mobil harus pergi ambil air dan tidak dekat, akhirnya seperti ini. Semoga kedepanya ada perbaikan dari petugas pemadam kebakaran,” harapnya.
Pasca kebakaran, lanjut dia, Dinas Sosial memberikan bantuan beras, gula, dan minyak kepada para pedagan yang terkena musibah. ”Hari ini Dinsos memberikan 10 Kg beras, satu Kg gula dan minyak yang diberikan kepada setiap pedagang,” tukasnya. (Ga)














Add Comment