News Tulang Bawang Barat

Pelaku Pencabulan Anak Kandung di Tubaba Akhirnya Ditangkap 

Ilustrasi. (Net)

TULANG BAWANG BARAT – Pelaku pencabulan anak kandung berinisial ER (36) diamankan Polsek Lambu Kibang, Sabtu (13/7/2019) malam. Meski sebelumnya sempat melarikan diri dan bersembunyi di rumah orang tuanya.

Kapolsek Lambu Kibang Iptu Abdul Malik mewakili Kapolres Tulang Bawang AKBP Syaiful Wahyudi, S.I.K., M.H., mengatakan, pelaku merupakan warga Kecamatan Lambu Kibang, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba). Telah menodai dan mengancam akan membunuh anak kandungnya berusia 16 5tahun yang masih berstatus pelajar.

“Kejadian, Sabtu (13/7/2019) sekitar pukul 05.30 WIB saat korban menyetrika pakaian. Dimana pelaku tertangkap basah istrinya yang baru bangun tidur melihat pelaku sedang berhubungan layaknya suami istri dengan korban yang merupakan anak kandungnya,” ujar Iptu Malik, Minggu (14/7/2019).

Ibu korban langsung berteriak dan mencari keluarganya untuk melaporkan kejadian tersebut. Tidak lama kemudian, keluarga korban dan ibu kandung pelaku tiba di rumah pelaku, setelah mengetahui kejadian tersebut, ibu pelaku sempat pingsan.

“Karena ibu kandungnya pingsan, pelaku lalu mengantarkannya pulang ke rumah. Kesempatan tersebut ternyata dimanfaatkan oleh pelaku untuk melarikan diri dan bersembunyi. Istri pelaku lalu melaporkan kejadian yang menimpa anak kandungnya ke Mapolsek Lambu Kibang,” tambahnya.

Barang bukti yang diamankan Polsek Lambu Kibang atas kasus pencabulan anak kandung. (Andika)

Berbekal laporan tersebut, petugas langsung mencari dimana keberadaan pelaku, sekitar pukul 22.30 WIB pelaku yang sempat kabur dan bersembunyi akhirnya pulang ke rumah orang tuanya yang berada tidak jauh dari rumah pelaku. Kemudian pelaku diamankan saat berada di rumah orang tuanya.

“Menurut keterangan dari pelaku kepada petugas, aksi bejat tersebut telah berlangsung sejak bulan Maret 2018. Dimana dalam setiap melakukan aksinya, kondisi rumah dalam keadaan sepi dan korban selalu diancam akan dibunuh oleh pelaku dengan menggunakan pisau dapur,” ungkap Iptu Malik.

Beberapa barang bukti pun berhasil diamankan petugas, yaitu pisau dapur dengan gagang kayu warna coklat berikut sarungnya yang terbuat dari kayu panjang 25 cm, baju tidur lengan panjang motif kembang-kembang, celana panjang jenis short garis-garis putih kombinasi coklat, pakaian dalam korban dan tikar plastik yang digunakan pelaku saat melakukan aksi bejatnya.

“Saat ini kami masih dilakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku. Sementara pelaku akan kenakan pasal  82 ayat 2 Jo Pasal 76E Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dengan ancaman pidana penjara maksimal 20 tahun dan denda paling banyak Rp. 6,6 miliar,” tutupnya. (Andika)

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

DAPATKAN PROFIT JUTAAN RUPIAH

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: