News Tanggamus

Pemalak Asal BNS Kena Batunya

Tersangka dan barang bukti pemalakan diamankan Polsek Semaka. (Nanang)

TANGGAMUS – Polsek Semaka mengamankan Zainal warga Pekon Sanggi, Kecamatan Bandar Negri Semuong (BNS), Tanggamus, Jumat (19/2/2021). Pria usia 43 tahun ini diringkus akibat dilaporkan melakukan pemerasan.

Kapolsek Semaka Iptu Heri Yulianto mengatakan, tersangka ditangkap atas laporan Andar (43) petugas PLN warga Gunung Sugih, Lampung Tengah (Lamteng) selaku korban pemerasan dengan pengancaman oleh tersangka.

“Pemerasan disertai pengancaman terjadi pada Jumat, 19 Februari 2021 sekira pukul 10.30 WIB di Dusun Tumpak Bayur, Pekon Sukaraja, Kecamatan Semaka,” kata Iptu Heri Yulianto mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya, SIK.

Petugas juga mengamankan barang bukti berupa sebilah pisau garpu warna coklat gagang kayu, uang tunai Rp250 ribu, handphone Samsung lipat dan dompet warna hitam berisi KTP tersangka. “Tersangka ditangkap tidak jauh dari lokasi bekerja korban,” ujarnya.

Kronologis kejadian, tersangka mendatangi korban yang mengerjakan pemasangan kabel PLN dan memaksa untuk diberi sejumlah uang dengan cara mengancam dan menakuti korban. Korban yang takut memberikan tersangka Rp 100 ribu, setelah mendapatkan uang tersangka pergi meninggalkan korban, kemudian korban melapor ke Polsek Semaka.

“Petugas langsung mendatangi lokasi, tersangka diamankan tidak jauh dari TKP dan langsung dibawa ke Polsek,” bebernya.

Kapolsek menyebut, bahwa selama ini tersangka dikenal sangat meresahkan karena sering melakukan pemerasan di sejumlah tempat, namun para korban tidak berani melapor karena diancam tersangka.

“Berdasarkan penyelidikan sebelumnya, tersangka ini memang sering melakukan pemerasan di Pasar Kuncoro, pabrik-pabrik penggilingan padi hingga sopir mobil box di Sudimoro, namun para korban tidak melapor,” imbuhnya.

Saat ini tersangka berikut barang buktinya kini ditahan Polsek Semaka guna proses penyidikan lebih lanjut. Tersangka akan dikenakan pasal 368 KUHPidana, ancaman maksimal 9 tahun penjara.

Sementara tersangka mengaku melakukan pemerasan karena tidak mempunyai pekerjaan. “Uangnya dipakai kebutuhan sehari-hari di rumah,” ucap pria berbadan kecil tersebut. (Nanang)

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: