Metro News

BLKM Sebut Banyak Pembangunan Kota Metro Tidak Maksimal dan Tepat Sasaran

Diskusi Literasi dan Kota Kreatif di Dispusarda Kota Metro ditutup dengan foto bersama panitia pelaksana dan peserta. (Misaf)

METRO – Diskusi yang digelar Beranda Literasi Kota Metro (BLKM) di Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispusarda), Jum’at (10/1/2020), banyak mendapat sorotan. Audiensi menilai pembangunan di kota Bumi Sai Wawai tidak maksimal dan tepat sasaran.

Aditya Wardani selaku Penggiat Industri Kreatif mengatakan, implementasi beberapa pembangunan di Kota Metro tidak maksimal. Seperti beberapa Landmark yang menjadi ikon dinilai terlalu kaku.

“Saya menyorot dari satu aspek, yaitu beberapa Landmark di Kota Metro yang merupakan icon, instagramable sekaligus identitas Kota Metro sebagai Kota Wisata Keluarga, terlalu kaku dalam bentuk desain dan pemilihan warna yang dominan merah. Hampir pada semua landmark yang tersebar di Kota Metro,” ujarnya.

Menurutnya, banyak seniman terbaik di Kota Metro bisa dirangkul dan diajak bersinergi dalam mewujudkan pembangunan yang lebih efisien.

“Kita punya artist mural dan banyak orang-orang berkompeten yang bisa diberdayakan dan diajak kerjasama untuk mewujudkan ikon yang memiliki kebanggan di masyarakat Metro, dan pemerintah tidak perlu lagi capek-capek sosialisasi,” tambahnya.

Menanggapi masukan tersebut, perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Metro Yulia Candra Sari mengucapakan terima kasih atas kritikan membangun itu. Menurutnya, memang masih banyak terkait perenaan yang harus dibenahi.

“Banyak hal yang harus diperbaiki oleh Pemkot Metro melalui Bappeda terkait segala perencanaan yang kurang menyentuh langsung kepada masyarakat. Kedepan, mungkin bisa kita diskusikan perihal apa saja yang perlu ditingkatkan di Kota Metro,” ujarnya.

Yulia juga menambahkan, Bappeda siap merespon dan mendukung segala bentuk upaya peningkatan yang bisa bermanfaat bagi masyarakat dan Pemkot Metro. “Selama untuk kebaikan masyarakat Bappeda pasti mendukung,” tutupnya.

Pantauan di lokasi, diskusi yang digelar di halaman Dispusarda Kota Metro berjalan khidmat. Diskusi sendiri dihadiri Disporapar, Disdikbud, DKM, Pemerhati Kota, Pers, dan para audiens yang mayoritas kalangan akademis. (Msf)

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: