Lampung Utara News

PN Kotabumi Gelar Sidang Pra Peradilan Dugaan Malpraktek

Saksi pemohon disumpah di depan Hakim Tunggal di persidangan dugaan Malpratek. (Adi Susanto)

LAMPUNG UTARA – Pengadilan Negeri Kotabumi menggelar sidang pra peradilan dugaan Malpraktek yang dilakukan salah satu perawat IGD Rumah Sakit Ryacudu Kotabumi, Senin (15/7/2019).

Sidang dipimpin Hakim tunggal Faisal Zuhry dengan agenda mendengarkan keterangan saksi itu, menghadirkan dari kedua belah pihak Pemohon Jumraini (Perawat) dan Termohon (Polres Lampura). Melalui kuasa hukumnya, Jumraini mengajukan Pra Peradilan atas tuduhan dugaan malpraktek yang dilakukannya.

Diketahui, Jumraini adalah perawat yang bertugas di Ruang IGD RS Ryacudu. Kejadian tersebut terjadi kediaman Jumrauni di Desa PraduanWaras, Kecamatan Abung Timur, Lampung Utara, Desember 2018.

Saat ini Alex yang menjadi korban malpraktek mendatangi kediaman Jumraini untuk meminta pertolongan, karena kaki korban ditusuk paku. Namun karena keadaannya semakin memburuk, korban yang bernama Alek pergi ke Puskesmas. Merasa tak kunjung membaik, Alex kemudian ke Rumah Sakit dan akhirnya meninggal dunia.

Hal tersebut yang membuat beberapa kalangan mempermasalahkan dengan perbuatan dugaan malpraktek. Jasmine, Kuasa hukum pemohon mengatakan, dalam hal ini mereka keberatan atas penetapan tersangka terhadap kliennya, mereka juga menekankan ada hal unprosedural yang dilakukan pihak termohon dalam menangani kasus ini.

”Kami berharap hakim mempunya hati nurani, dan memandang secara objektif kasus ini. Optimis menang jika dilihat dengan bukti-bukti yang kami punyai, namun kami juga mengantisipasi jangan sampai blunder ke kita,” katanya.

Ahmad Efendi yang juga sebagai kuasa hukum pemohon menabahkan, bahwa proses penetapan tersangka dan penyitaan barang bukti pihak kepolisian kepada kliennya, tidak sesuai SOP, seperti paksaan.

“Maksudnya adanya laporan polisi yang tidak jelas. Kita akan uji proses-proses Formil itulah yang akan kita ujikan,” kata dia.

Sementara itu Kasatreskrim Polres Lampura AKP M Hendrik Aprilianto, membantah atas tudingan itu, Pasalnya, apa yang telah dilakukan oleh pihaknya telah sesuai dengan prosedur yang ada. Sesuai dengan peraturan pihak kepolisan, berdasarkan ketenagakerjaan kesehatan.

”Kita sudah melakukan penyidikan kurang lebih dua bulan kasus ini, naik ke status sidik, gelar lagi dan kita tetapkan menjadi tersangka. Sidang akan dilanjutkan besok dengan agenda mendengarkan saksi ahli dari kita, pihak kepolisan, termohon,” ujarnya. (Adi)

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

DAPATKAN PROFIT JUTAAN RUPIAH

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

%d blogger menyukai ini: