Lampung Tengah News

Sambut Arus Mudik, Lubang Jalan hingga Macet Exit Tol Terbanggi jadi Atensi

Polres Lampung Tengah menggelar Rapat Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menghadapi arus mudik Labaran 1440 Hijriah di aula Satlantas Mapolres Lamteng, Selasa (14/5/2019). (Mozes)

LAMPUNG TENGAH – Polres Lampung Tengah (Lamteng) menggelar Rapat Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menghadapi arus mudik Labaran 1440 Hijriah di Aula Satlantas Mapolres Lamteng, Selasa (14/5) sekitar pukul 11.00 WIB. Demi kelancaran arus mudik, semua persoalan H-10 harus selesai dikerjakan.

Kapolres Lamteng AKBP I Made Rasma Jemy menyatakan, seluruh lubang di jalan nasional harus segera diperbaiki. “Lubang-lubang di jalan nasional harus segera diperbaiki. H-10 harus sudah selesai ditangani. Kita juga akan berkoordinasi jika ada titik jalan yang rusak supaya cepat ditangani,” katanya.

Kemacetan yang terjadi di exit toll Terbanggibesar, kata Made, harus segera ditangani melakukan pelebaran bahu jalan. “Lebar jalan nasional di exit toll kurang memadai. Ini karena ada hambatan pembebasan lahan. Kita cari solusi dengan melebarkan bahu jalan. Rekayasa lalu lintas juga akan dilakukan jika sewaktu-waktu terjadi kepadatan arus lalu lintas. Kalau macet akibat lambatnya laju kendaraan yang keluar-masuk tol, ekornya bisa sampai RS Bunda,” ujarnya.

Kemudian dalam pelebaran jalan nasional di exit toll, kata Made, ada tiga tiang listrik yang harus dipindahkan supaya tidak mengganggu. “Ada tiga tiang listrik di bahu jalan exit toll perlu dipindahkan. Kita akan koordinasi dengan pihak PLN untuk pemindahannya. Begitu juga jembatan di Terminal Betan Subing yang besinya sudah terlihat, kita minta pemerintah daerah memperbaikinya karena berbahaya,” ucapnya.

Tidak hanya itu. Menurut Made, pos keamanan di rest area juga dikoordinasikan karena diserahkan ke kabupaten. “Pos keamanan juga akan disiapkan di rest area dan pos lainnya,” ungkapnya.

Sedangkan Kepala Kantor ATR/BPN Lamteng Hasan Basri Natamenggala menyatakan pembebasan lahan di exit toll sudah diinventarisasi. “Sudah kita inventarisasi. Sudah sejak awal tahun dan sudah diajukan ke PPK Kementerian PUPR. Tapi, belum juga ada jawaban. Terlebih lagi ada pemilik jalan juga meng-klaim bahu jalan. Tapi tidak masuk,” katanya.

Sukamto dari Dinas Bina Marga Lamteng menyatakan sebagian jalan yang jadi kewenangan pemerintah daerah sudah mulai diperbaiki. “Sudah mulai kita perbaiki sebagian. Secepatnya akan kita perbaiki. Begitu juga besi jembatan Terminal Betan Subing yang kelihatan sudah di-hot mix,” ujarnya.

Kasatlantas Polres Lamteng AKP Fadhil A. Rohim menyatakan ada empat titik pospam dan posyan. “Ada empat titik. Yakni di simpang Wates, depan Masjid Istiqlal, exit toll Seputihjaya, dan exit toll Terbanggibesar. Poslantas yang sudah ada tetap seperti biasa. Contohnya Poslantas di Umasjaya dan Simpangrandu,” katanya.

Fadhil menyarankan semua instansi yang terlibat dan mendirikan posko menjadi satu agar memudahkan koordinasi. “Kalau bisa menjadi satu pos, jangan berjauhan. Masing-masing buat posko. Ini untuk memudahkan koordinasi. Ambulans, mobil derek, dan mobil damkar diharapkan di setiap pospam standby,” ujarnya.

Plt. Kadishub Lamteng Syukur Kersana menyatakan 30 personel akan diterjunkan untuk membantu keamanan arus mudik. “Ada 30 personel kita terjunkan. Kalau sewaktu-waktu macet bisa ditambah. Rambu-rambu portable yang dibutuhkan juga akan disediakan,” katanya.

Dalam rapat ini diketahui personel Satpol PP yang ditempatkan di masing-masing pospam dua orang. Kemudian Diskes juga ada enam posko kesehatan.

Tidak hanya itu. Pihak jalan tol juga menjelaskan bahwa tol fungsional Terbanggibesar-Simpangpematang akan difungsikan gratis. Selain itu tol pukul 18.00 WIB ditutup. (Mozes)

IKLAN

IKLAN

DAPATKAN PROFIT JUTAAN RUPIAH

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN