Metro News

Solar Langka di Kota Metro

SPBU Tejoagung, Metro Timur, Kota Metro juga mengalami kelangkaan solar. (Adi)

METRO – Kelangkaan solar mulai terjadi di sejumlah SPBU di Kota Metro. Jika ada, para pengendara harus antre panjang untuk mendapatkannya.

Salah seorang karyawan SPBU di Jalan Pattimura, Banjarsari, Metro Utara, membenarkan bahwa antrean itu terjadi akibat ketersediaan solar di sejumlah SPBU di Kota Metro mengalami keterbatasan.

“Ya, memang antrian panjang itu disebabkan oleh langkanya BBM subsidi solar. Mau bagaimana lagi, mungkin di SPBU lain sedang tidak tersedia,” kata pegawai yang enggan disebutkan namanya itu kepada tabikpun.com, Jumat (29/10/2021).

Dijelaskannya, SPBU biasanya mendapat kiriman solar sebanyak 8 Kiloliter (KL) per hari. Namun, belakangan ini pengirimannya menjadi tidak stabil.

“Kalau pasokan kurang pasti masyarakat pengguna solar mulai mengeluh. Tapi mau bagaimana, kami hanya bisa menunggu kiriman saja,” ucapnya.

Kiki (30) salah satu pengendara yang mengantre mengatakan, semenjak solar terbilang langka, ia harus bangun lebih dini untuk mendapatkannya.

“Kalau nggak begitu nggak dapet, Mas. Liat saja yang mengantre ini, katanya.

Ia berharap, kelangkaan tersebut dapat segera teratasi dan kestabilan kembali normal.

“Iya biar nggak sesak begini, karena kasian juga yang mencari nafkah harus memakai solar, seperti yang menggunakan klotok untuk mencari ikan,” ucapnya.

Dikutip dari laman berita cnbcIndonesia.com, Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas, Direktorat Jenderal Migas, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia (RI), Soerjaningsih menyebut, kelangkaan BBM memang sedang melanda beberapa daerah di Indonesia, mulai dari Sumatera sampai ke Jawa.

Menurutnya, tidak hanya Solar, bensin non subsidi dengan merek Pertalite (RON 90) pun mengalami kelangkaan.

Dijelaskannya, fenomena ini disebabkan oleh lonjakan harga minyak dan meningkatnya aktivitas perekonomian masyarakat, khususnya sejak pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga menyebabkan antrian panjang warga untuk mengisi Solar dan Pertalite di sejumlah daerah.

“Pasokan Solar dan Pertalite yang akhir-akhir ini terjadi antrian. Kalau kami amati bahwa kita tahu saat ini harga minyak naiknya cukup naik tajam. Kemudian, aktivitas masyarakat itu juga sudah kembali normal,” bebernya dalam konferensi pers, Senin (25/10/2021). (Adi)

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: